News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kasek SDN Durin Timur I Diduga Lakukan Pengadaan Buku Fiktif Bertahun-Tahun Siswa Tak Pernah Terima Buku Paket

Mohammad Sugianto • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:58 WIB

KONSENTRASI: Siswa kelas 2 SDN Durin Timur 1 saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa memegang buku paket
KONSENTRASI: Siswa kelas 2 SDN Durin Timur 1 saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa memegang buku paket


BANGKALAN,Radarbangkalan.id– Aroma tak sedap menyeruak dari pengadaan buku di UPTD SDN Durin Timur 1, Kec. Konang, Bangkalan. Sekolah dasar yang dipimpin Kepala Sekolah Rosidah itu diduga tidak pernah menyalurkan buku paket kepada siswa alias pengadaan fiktif, meski diyakini dalam laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selalu tercantum anggaran pengadaan buku.

Fakta itu mencuat setelah beberapa siswa mengaku tak pernah menerima buku paket selama bersekolah di SDN tersebut. Kondisi itu bahkan disebut berlangsung bertahun-tahun. Selama Rosidah menjabat sejak tahun 2021.

Pantauan langsung di sekolah yang berada di Dusun Taman Seoloh itu kemarin, sejumlah kelas yang melakukan kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hanya mengandalkan buku  tulis. Siswa menulis materi yang disampaikan oleh guru. Tak ada satupun buku paket di meja mereka.

Pengakuan mengejutkan diungkapkan oleh siswa di sekolah tersebut. Mereka kompak mengaku tidak memiliki buku pegangan resmi. Proses belajar mengajar hanya mengandalkan penjelasan guru dan catatan di papan tulis. Ironisnya, kondisi itu terjadi sejak Rosidah menjabat kepala sekolah di SDN tersebut yakni dari 2021-2026.

Baca Juga: Viral Video “Ibu Tiri vs Anak Tiri”, Pakar Siber Ingatkan Bahaya Link Phishing

“Tidak pernah dapat buku paket. Kalau pelajaran ya dengar penjelasan guru, lalu menulis di buku tulis dari papan,” ujar seorang siswa Kelas VI saat ditemui dihalaman sekolahnya kemarin (12/3).

Keluhan serupa disampaikan siswa lainnya. Tanpa buku paket, mereka kesulitan mengulang pelajaran saat di rumah. “Kalau mau belajar di rumah bingung. Paling cuma baca catatan sendiri,” katanya.

Padahal, buku paket merupakan sarana utama penunjang pembelajaran di sekolah dasar. Ketiadaan buku dalam kurun waktu lama memantik tanda tanya terkait realisasi anggaran pengadaan yang seharusnya rutin dilakukan setiap tahun.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN Durin Timur 1 Rosidah membantah adanya pengadaan buku fiktif. Ia menyatakan pihaknya selalu membeli buku disetiap pengadaan dana BOS. Dia mengaku bukunya juga tersedia di sekolah yang ia pimpin. ”Buku kita berikan kepada semua siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas VI.  Jadi tidak benar kalau tidak ada buku. Buku ada. Semua siswa dapat,” dalihnya.

Baca Juga: Gempa M 5,4 Sukabumi Dini Hari, Warga Cianjur Berhamburan Keluar Rumah

Perempuan yang juga menjabat kepala Sekolah SMP Satu Atap 3 itupun mempertegas setiap penggunaan dana BOS sudah dijalankan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. ”Karena aturannya 10 persen dari total dana BOS, ya kita beli, kita juga sesuaikan dengan Arkas,” kilahnya.

Sementara itu Kabid SD Ali Yusri Purwanto belum bisa dimintai keterangan terkait kasus di SDN Durin Timur 1 itu. Panggilan telpon yang dilayangkan oleh koran ini tidak dijawab dan hanya membalas melalui pesan singkat by whatsaap. ”Maaf masih rapat mas,” Singkatnya.  (gik)

Editor : Mohammad Sugianto
#disdik bangkalan #madura #menteri pendidikan #bangkalan #pendidikan #dana bos