News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bukan Hanya Buku Diduga Fiktif, Pemeliharaan Fisik SDN Durin Timur 1 Ikut Dipertanyakan

Mohammad Sugianto • Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:55 WIB

Kondisi gedung perpustakaan SDN Durin Timur 1 Kec. Konang tampak memprihatinkan
Kondisi gedung perpustakaan SDN Durin Timur 1 Kec. Konang tampak memprihatinkan

BANGKALAN,Radarbangkalan,id– Dugaan manipulasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Durin Timur 1, Kecamatan Konang, terus bergulir. Setelah sebelumnya mencuat dugaan pengadaan buku paket fiktif, kini sorotan juga mengarah pada penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang diduga tidak pernah direalisasikan.

Kondisi fisik bangunan sekolah menjadi gambaran yang sulit dibantah. Sejumlah gedung lama terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Atap asbes di beberapa ruang kelas tampak rusak dan sebagian diduga bocor. Sementara itu, dinding bangunan terlihat dipenuhi retakan.

Tak hanya itu, ruang perpustakaan sekolah juga terlihat tertutup rapat. Pintu ruangan tersebut terkunci dan diduga sudah lama tidak difungsikan.

Pantauan koran ini di lokasi menunjukkan sebagian besar bangunan lama tidak berada dalam kondisi layak. Beberapa lembar asbes di bagian atap terlihat menghitam dan rapuh. Saat musim hujan, air disebut kerap merembes masuk ke dalam ruang kelas hingga mengganggu proses belajar mengajar.

Di bagian lain, kerusakan juga tampak pada dinding bangunan. Retakan terlihat di beberapa titik tembok. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas sekolah diduga jarang mendapatkan perawatan.

Sorotan juga tertuju pada ruang perpustakaan. Ruangan itu tampak tertutup rapat tanpa aktivitas. Pintu terkunci, sementara sebagian tembok di sekitarnya terlihat mengelupas.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa fasilitas perpustakaan sudah lama tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

"Semenjak ibu Rosidah menjabat di sekolah tersebut tidak pernah ada perbaikan, makanya hampir semua bangunan hampir rusak,"ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Gedung sekolah SDN Durin Timur 1 yang juga tampak mempriatinkan, atap asbes tampak bolong dan beberapa cat dinding sudah kusam
Gedung sekolah SDN Durin Timur 1 yang juga tampak mempriatinkan, atap asbes tampak bolong dan beberapa cat dinding sudah kusam

Padahal kata dia, dalam aturan penggunaan dana BOS, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu komponen yang dapat dibiayai. Bahkan, alokasi anggarannya dapat mencapai sekitar 30 persen dari total dana BOS yang diterima sekolah.

Dengan jumlah siswa sekitar 178 orang, SDN Durin Timur 1 setiap tahun menerima dana BOS sekitar Rp 178 juta. Jika mengacu pada porsi maksimal pemeliharaan sebesar 30 persen, maka anggaran yang dapat dialokasikan untuk perawatan fasilitas sekolah mencapai sekitar Rp 53 juta per tahun.

Dengan besaran anggaran tersebut, pemeliharaan fasilitas sekolah seharusnya dapat dilakukan secara rutin agar bangunan tetap layak digunakan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Sejumlah fasilitas terlihat tidak terawat sehingga memunculkan pertanyaan publik: apakah anggaran pemeliharaan tersebut benar-benar direalisasikan atau hanya tercatat dalam laporan pertanggungjawaban (SPJ).

“Hampir selama ini tidak pernah melihat ada perbaikan ataupun perawatan sekolah,” pungkas sumber tersebut

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala SDN Durin Timur 1 Rosidah membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah rutin melakukan pemeliharaan fasilitas setiap tahun.

“Setiap tahun kami lakukan perawatan,” tegasnya.

Rosidah bahkan mengklaim kondisi bangunan sekolah masih dalam keadaan terawat. Ia menyebut pengecatan gedung sekolah juga belum lama dilakukan.

Menurutnya, tudingan bahwa dirinya memanipulasi laporan penggunaan dana BOS tidak benar.

“Itu tidak benar. Perawatan sekolah kami lakukan sesuai dengan anggaran yang tercatat di aplikasi ARKAS,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kab. Bangkalan Ali Yusri mengaku akan menindaklanjuti persoalan tersebut. "Saya sudah kordinasi dengan tim untuk kemudian melakukan kroscek kebawah," katanya

Dia mengaskan apabila benar-benar ditemukan kejanggalan dalam laporan SPJ BOS, pihaknya akan merekomendasikan kepada inspektorat untuk selanjutnya dilakukan penindakan. "Saya tidak tanggung-tanggung mas, jika salah saya akan rekomendasikan ke inspektorat untuk ditindak," pungkasnya. (gik)

Editor : Mohammad Sugianto
#disdik bangkalan #dispendik jatim #pemkab bangkalan #gedung sekolah #mendikdasmen #pemprov jatim