SUMENEP, RadarBangkalan.id – Anggaran perjalanan dinas (perdin) Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep pada 2026 tercatat mencapai Rp145.167.000.
Besarnya alokasi dana tersebut kini menjadi perhatian sejumlah pihak karena dinilai perlu diimbangi dengan output kinerja di lapangan.
Pemerhati kebijakan publik Makhtub Syarif menilai, besaran anggaran perjalanan dinas harus berbanding lurus dengan manfaat dan kinerja yang dihasilkan oleh instansi terkait.
Menurut dia, hingga saat ini peran CDK Sumenep di lapangan masih belum terlihat secara konkret.
“Anggaran perjalanan dinas memang bisa besar, tetapi harus digunakan secara optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran ratusan juta tersebut tersebar dalam sejumlah kegiatan perjalanan dinas.
Di antaranya untuk pengadaan barang milik daerah penunjang urusan pemerintahan, serta kegiatan perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kinerja perangkat daerah.
Baca Juga: Kebocoran Retribusi Parkir Belum Teratasi, Dewan Kritik Kinerja Dishub Sampang
Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk administrasi keuangan, kepegawaian, serta administrasi umum perangkat daerah.
Porsi terbesar tercatat pada kegiatan perjalanan dinas administrasi umum perangkat daerah dengan tiga kegiatan senilai Rp58.770.000.
Sementara itu, alokasi terbesar kedua berada pada kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan provinsi serta pemberdayaan masyarakat di bidang kehutanan yang terdiri dari delapan kegiatan dengan nilai Rp22.147.000.
Syarif menekankan agar anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Mahasiswa Geruduk Kejagung, Desak Pemeriksaan Slamet Ariyadi dalam Dugaan Jual Beli Titik SPPG
Dia mengingatkan agar perjalanan dinas tidak hanya menjadi formalitas administrasi untuk mencairkan anggaran, melainkan benar-benar menghasilkan kegiatan yang berdampak di lapangan.
“Dana negara harus memberikan manfaat nyata, bukan sekadar formalitas perjalanan dinas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) CDK Wilayah Sumenep, RB Ahmad Murtadha, belum memberikan keterangan terkait besaran anggaran tersebut.
Dia menyebut masih berada dalam kesibukan rapat saat dikonfirmasi. “Maaf, saya masih rapat,” singkatnya. (iqb/yan)
Editor : Ina Herdiyana