RadarBangkalan.id – Kayu Cendana merupakan salah satu jenis kayu paling berharga dan legendaris di dunia, yang dikenal karena kandungan minyak atsiri dengan aroma wangi yang sangat persisten.
Berbeda dengan kayu pada umumnya yang aromanya cepat hilang, cendana mampu mempertahankan keharumannya selama berpuluh-puluh tahun.
Hal ini membuat kayu ini menduduki posisi istimewa dalam sejarah perdagangan dunia, tradisi spiritual, hingga industri kecantikan modern. Pohon cendana memiliki sifat yang unik karena merupakan tanaman hemiparasit.
Baca Juga: Stroberi: Si Merah yang Jadi Favorit di Dunia Kuliner
Pada masa awal pertumbuhannya, akar pohon cendana harus menempel pada akar tanaman inang untuk menyerap nutrisi dan air agar dapat bertahan hidup.
Karena proses pertumbuhannya yang sangat lambat dan spesifik, kayu cendana menjadi komoditas yang langka.
Di Indonesia, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) secara historis dikenal sebagai produsen cendana terbaik di dunia, yang bahkan memicu jalur perdagangan internasional sejak berabad-abad silam.
Daya tarik utama cendana terletak pada bagian teras kayu (heartwood) yang kaya akan senyawa santalol.
Baca Juga: Hasil Persib Bandung vs Bali United: Skor 3-2, Barba Kunci Kemenangan
Selain digunakan sebagai bahan baku furnitur mewah dan kerajinan seni karena teksturnya yang halus dan padat, minyak yang diekstrak dari kayu ini memiliki efek menenangkan secara psikologis.
Dalam dunia parfum, cendana sering digunakan sebagai base note karena kemampuannya dalam mengikat aroma lain agar tahan lama.
Secara filosofis, kayu ini juga dianggap sebagai simbol kesucian dan kedamaian, sehingga sering digunakan dalam ritual adat maupun meditasi untuk menciptakan suasana yang tenang dan fokus. (Athoya Hanin)
Editor : Ina Herdiyana