News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

5 Makanan yang Sering Dikira Ultra Processed Food, Padahal Faktanya Tidak Sesederhana Itu

Ubaidillah • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:55 WIB
Daftar Makanan yang Sering Disebut UPF, Ini Fakta Gizi dan Penjelasannya
Daftar Makanan yang Sering Disebut UPF, Ini Fakta Gizi dan Penjelasannya

 

RadarBangkalan.id - Istilah ultra-processed food (UPF) belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak makanan kemasan langsung dicap tidak sehat hanya karena dianggap termasuk UPF.

Padahal, tidak semua pangan olahan memiliki kandungan dan dampak kesehatan yang sama. Beberapa produk olahan tetap mengandung protein, vitamin, mineral, dan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh.

Berikut sejumlah makanan yang sering dianggap sebagai UPF, padahal klasifikasinya bisa berbeda tergantung komposisi dan proses pengolahannya.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

1. Sarden Kalengan

Sarden kalengan tidak selalu termasuk ultra-processed food. Produk dengan komposisi sederhana seperti ikan, garam, minyak, atau saus tomat sederhana umumnya lebih dekat ke kategori processed foods.

Namun, jika mengandung tambahan seperti pengental, perisa, pemanis, atau berbagai aditif lain, sebagian produk bisa masuk kelompok UPF.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Selain komposisi, kondisi kemasan juga penting diperhatikan. Kaleng penyok, bocor, atau menggembung sebaiknya dihindari karena berisiko memengaruhi keamanan pangan.

Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?

2. Susu UHT

Susu UHT plain tanpa tambahan pemanis atau perisa masih menjadi perdebatan dalam klasifikasi pangan olahan.

Sebagian peneliti memasukkannya ke processed foods karena proses pengolahannya bertujuan memperpanjang masa simpan tanpa mengubah kandungan utama susu secara signifikan.

Namun, produk susu dengan tambahan rasa, gula, atau formulasi kompleks lebih sering dimasukkan ke kategori ultra-processed food.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

3. Yogurt

Yogurt juga sering masuk pembahasan soal UPF, terutama produk yogurt kemasan dengan tambahan pemanis dan perisa.

Meski demikian, beberapa penelitian menunjukkan yogurt memiliki dampak kesehatan berbeda dibanding kelompok UPF lain yang lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit metabolik.

Produk yogurt tertentu tetap dapat menjadi sumber protein, probiotik, dan kalsium yang baik bagi tubuh.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan

4. Nugget dan Bakso

Nugget dan Bakso umumnya lebih sering masuk kategori ultra-processed food karena diproduksi menggunakan formulasi industri.

Produk ini biasanya mengandung bahan tambahan seperti pengikat, pengawet, perisa, dan aditif lain.

Namun, bakso tradisional dengan komposisi sederhana dapat memiliki klasifikasi berbeda dibanding produk industri massal.

Baca Juga: Benarkah Emosi Dipendam Bisa Memicu Kanker? Dokter Ungkap Faktanya

5. Whole-Grain Bread dan Sereal

Whole-grain bread dan beberapa jenis sereal juga kerap membingungkan masyarakat.

Dalam sistem klasifikasi NOVA, sebagian produk roti gandum dan sereal tetap dapat masuk kategori UPF karena penggunaan bahan tambahan tertentu dalam formulanya.

Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan dampak kesehatannya tidak selalu sama dengan kelompok UPF lain seperti minuman manis atau daging olahan tinggi gula dan garam.

Karena itu, membaca komposisi bahan dan kandungan gizi tetap menjadi langkah penting sebelum memilih makanan olahan.

Baca Juga: Viral Istilah UPF, Benarkah Semua Ultra-Processed Food Tidak Sehat?

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #sarden kalengan #upf #ultra processed food #klasifikasi nova