News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar

Ubaidillah • Jumat, 29 Mei 2026 | 06:51 WIB
Tips mengawetkan daging kurban. Foto: Getty Images/iStockphoto/Edwin Tan
Tips mengawetkan daging kurban. Foto: Getty Images/iStockphoto/Edwin Tan

 

RadarBangkalan.id - Setelah Idul Adha, banyak orang mendapati kulkas dan freezer penuh oleh stok daging kurban. Jika tidak disimpan dengan benar, daging bisa cepat rusak dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Padahal ada beberapa metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah agar daging tetap awet, aman dikonsumsi, dan kualitasnya terjaga lebih lama.

Benarkah Makan Daging Kurban Bikin Kentut Lebih Bau? Ini Penjelasan Dokter

Berikut cara menyimpan dan mengawetkan daging kurban yang benar:

1. Simpan di Chiller untuk Konsumsi Jangka Pendek

Pendinginan menjadi cara paling praktis untuk menyimpan daging yang akan dimasak dalam waktu dekat. Daging dapat disimpan di chiller dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius.

Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke

Metode ini cocok untuk penyimpanan selama 3 sampai 5 hari. Agar kualitas tetap terjaga, daging sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan dipisahkan sesuai porsi sekali masak.

Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging

Selain itu, daging tidak disarankan terlalu lama berada di suhu ruang karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas daging.

Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita

2. Bekukan di Freezer untuk Penyimpanan Lebih Lama

Jika stok daging masih banyak dan belum akan diolah dalam waktu dekat, pembekuan menjadi pilihan paling aman. Freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius mampu menjaga kualitas daging hingga beberapa bulan.

Sebelum dibekukan, daging dianjurkan dibagi dalam porsi kecil agar lebih praktis saat digunakan. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi mengingatkan daging mentah yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.

"Setelah kita cairkan (thawing), itu nggak boleh kita masukkan lagi ke kulkas. Karena daging sudah berada dalam suhu ruang ya, di mana ada faktor yang bisa menumbuhkan bakteri di situ," jelasnya dalam webinar BPOM.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?

3. Pengeringan agar Daging Lebih Tahan Lama

Pengeringan merupakan metode tradisional yang sudah lama digunakan untuk mengawetkan daging. Teknik ini dilakukan dengan mengurangi kadar air sehingga bakteri dan jamur lebih sulit berkembang.

Di rumah, pengeringan bisa dilakukan dengan menjemur daging berbumbu di bawah sinar matahari atau menggunakan oven bersuhu rendah dalam waktu lama. Hasilnya menyerupai dendeng yang lebih tahan lama dibanding daging segar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Meski demikian, kebersihan lingkungan tetap harus diperhatikan agar daging tidak terkontaminasi debu maupun serangga selama proses pengeringan.

4. Pengasapan untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Selain pengeringan, pengasapan juga menjadi metode pengawetan yang populer. Asap dari pembakaran kayu membantu mengurangi kadar air sekaligus menghasilkan senyawa alami yang dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.

Metode ini juga memberi aroma khas pada daging sehingga rasanya lebih kuat dan tahan lama.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan

Namun daging asap tetap perlu disimpan di tempat kering dan bersih. Hindari area lembap karena dapat memicu pertumbuhan jamur.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban bisa bertahan lebih lama tanpa mengurangi kualitas dan keamanannya saat dikonsumsi.

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #kurban sehat 2026 #keamanan pangan #daging kurban #kurban