RadarBangkalan.id - Belakangan ini penyakit kista ovarium ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian warganet mengaitkan kondisi tersebut dengan kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat seperti seblak.
Namun, benarkah makanan seperti seblak bisa menyebabkan kista ovarium?
Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Brawijaya Hospital Antasari, M Luky Satria Syahbana Marwali menegaskan tidak ada makanan tertentu yang secara spesifik dapat menyebabkan kista ovarium.
"Itu lebih ke arah kesehatan secara umum ya, bukannya 'makan ini jadi kista', nggak. Yang jelas makan yang sehat lah," kata dr Luky kepada detikcom.
Benarkah Makan Daging Kurban Bikin Kentut Lebih Bau? Ini Penjelasan Dokter
Menurutnya, pola makan memang tetap penting untuk menjaga kesehatan reproduksi secara umum. Namun hingga saat ini tidak ada bukti bahwa makanan tertentu secara langsung memicu munculnya kista ovarium.
Meski demikian, pada perempuan dengan kondisi tertentu seperti endometriosis atau Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), pola makan tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke
Pasien dengan kondisi tersebut biasanya dianjurkan mengurangi makanan yang bersifat proinflamasi dan menjaga asupan karbohidrat agar kondisi tubuh tetap stabil.
dr Luky juga menepis anggapan bahwa ada makanan tertentu yang dapat memengaruhi kesuburan wanita secara langsung.
Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging
"Makanan yang memengaruhi kesuburan nggak ada, kalau makannya wajar-wajar aja seperti yang kita makan," jelasnya.
Apakah Kista Ovarium Harus Dioperasi?
Banyak perempuan mengira semua kista ovarium harus diangkat melalui operasi. Padahal menurut dr Luky, tindakan operasi bergantung pada jenis, ukuran, dan risiko dari kista tersebut.
Jika ukuran kista kecil, tidak menimbulkan keluhan, dan tidak dicurigai ganas, dokter biasanya hanya akan melakukan observasi rutin.
Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
"Kalau tidak ada curiga keganasan dan ukurannya kecil dan jenis kistanya juga bukan yang berisiko terpuntir atau pecah, itu biasanya dibiarin aja, diobservasi aja," kata dr Luky.
Ia menambahkan selama ukuran kista tidak membesar dan pasien tidak mengalami keluhan, tindakan operasi biasanya belum diperlukan.
Sebagai informasi, Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau indung telur. Sebagian besar kista bersifat jinak dan dapat hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri
Editor : Ubaidillah