RadarBangkalan.id - Kasus medis langka yang dialami seorang wanita asal Taiwan kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan lama mengenai kondisinya viral di media sosial. Wanita tersebut mengalami sembelit kronis selama 23 tahun hingga menyebabkan perubahan ekstrem pada posisi usus besarnya.
Kisah ini pertama kali dibagikan melalui platform media sosial Dcard pada tahun 2021. Namun, belakangan unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan dan memicu perhatian banyak warganet karena hasil pemeriksaan medis yang tidak biasa.
Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli
Sudah Coba Berbagai Cara, Tetap Sulit Buang Air Besar
Menurut pengakuannya, masalah konstipasi telah dialami sejak masa kanak-kanak. Setiap kali ingin buang air besar (BAB), ia harus menghabiskan waktu antara satu hingga dua jam di toilet.
Berbagai metode alami telah dicoba untuk mengatasi kondisi tersebut. Mulai dari memperbanyak konsumsi air putih, meningkatkan asupan sayur dan buah, hingga mengonsumsi makanan yang dianggap dapat melancarkan pencernaan.
Baca Juga: BGN Ungkap Penyebab Ribuan Dapur MBG Disuspend, dari Dugaan Mark Up hingga Kasus Keracunan
Bahkan, dalam satu kesempatan ia mengaku menghabiskan tujuh buah pepaya ukuran besar dan dua buah naga dalam waktu satu minggu. Namun upaya tersebut tetap tidak berhasil membuatnya BAB secara normal.
Hasil Rontgen Mengejutkan Tim Medis
Karena kondisi yang terus memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari, wanita tersebut akhirnya menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.
Baca Juga: Orang Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat, Asupan Protein Sering Terlupakan
Hasil foto rontgen menunjukkan kondisi yang mengejutkan. Dokter menemukan bahwa usus besar atau kolon miliknya mengalami pemanjangan dan pelebaran yang signifikan akibat penumpukan feses selama bertahun-tahun.
Posisi usus besar yang seharusnya berada di rongga perut bagian bawah diketahui telah bergeser ke atas hingga mendekati rongga dada dan area dekat jantung.
Baca Juga: Kenkulus Viral Disebut Balita Genius, Ini Menu Makanan Favorit yang Dikonsumsi Sejak Kecil
Selain itu, bagian akhir usus besar juga mengalami perubahan struktur akibat terus-menerus meregang untuk menampung feses yang menumpuk dalam jangka panjang.
Dokter Sarankan Operasi Pengangkatan Usus Besar
Berdasarkan laporan media lokal Taiwan saat itu, tim dokter menyebut tindakan operasi pengangkatan usus besar atau kolektomi (colectomy) menjadi solusi permanen yang paling memungkinkan untuk mengatasi kondisinya.
Meski demikian, dokter memastikan bahwa posisi usus yang bergeser tersebut belum sampai mengganggu fungsi jantung.
Wanita itu mengaku sempat merasa takut ketika mengetahui hasil pemeriksaannya. Ia juga dilanda kekhawatiran mengenai kemungkinan risiko dan komplikasi yang dapat muncul setelah menjalani operasi besar.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya
Bahaya Sembelit Kronis Tidak Boleh Diabaikan
Konstipasi atau sembelit yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik. Selain menurunkan kualitas hidup, kondisi ini dapat menyebabkan pelebaran usus, penumpukan feses kronis, wasir, fisura ani, hingga gangguan fungsi saluran pencernaan.
Para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami sembelit berkepanjangan, terutama jika disertai nyeri perut berat, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, perdarahan saat BAB, atau perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama.
Baca Juga: Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya
Editor : Ubaidillah