News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Benjolan di Leher Belum Tentu Gondongan, Dokter Jelaskan Bedanya dengan Gondok

Ubaidillah • Selasa, 2 Juni 2026 | 05:30 WIB
Benjolan di leher. Foto: Getty Images/spukkato
Benjolan di leher. Foto: Getty Images/spukkato

 

RadarBangkalan.id - Munculnya benjolan di leher sering membuat banyak orang khawatir. Tidak sedikit pula yang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai gondongan. Padahal, benjolan di area leher bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk gondok, gondongan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Dokter spesialis bedah onkologi, Diani Kartini, menjelaskan bahwa gondok dan gondongan merupakan dua kondisi yang berbeda meskipun sama-sama dapat menimbulkan pembengkakan di area leher.

Baca Juga: Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan

Apa Itu Gondongan?

Gondongan atau Mumps merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang kelenjar air liur atau kelenjar parotis.

Pembengkakan biasanya muncul di bagian samping leher atau tepat di bawah telinga. Penyakit ini bersifat menular dan lebih sering terjadi pada anak-anak.

Selain pembengkakan, penderita gondongan dapat mengalami gejala seperti:

Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun

Karena disebabkan oleh virus, gondongan memerlukan penanganan yang berbeda dengan gangguan pada kelenjar tiroid.

Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Apa Itu Gondok?

Sementara itu, gondok merupakan kondisi yang berkaitan dengan pembesaran kelenjar tiroid yang berada di bagian tengah leher, tepat di depan saluran pernapasan.

Pembengkakan akibat gondok biasanya muncul di bagian tengah leher dan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Baca Juga: BGN Ungkap Penyebab Ribuan Dapur MBG Disuspend, dari Dugaan Mark Up hingga Kasus Keracunan

Menurut dr Diani, gondok dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.

Baca Juga: Orang Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat, Asupan Protein Sering Terlupakan

Benjolan Leher Bisa Berasal dari Kelenjar Getah Bening

Selain gondok dan gondongan, benjolan di leher juga sering berasal dari pembengkakan kelenjar getah bening.

Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi ringan, termasuk infeksi gigi, radang tenggorokan, atau gangguan pada rongga mulut.

Pada banyak kasus, pembengkakan kelenjar getah bening dapat mengecil setelah infeksi penyebabnya diobati.

Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman

Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Leher?

Dr Diani mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan benjolan yang tidak kunjung membaik.

Apabila pembengkakan tetap ada setelah pengobatan, tidak mengecil dalam waktu sekitar dua minggu, atau justru bertambah besar, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan.

Benjolan yang menetap dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius sehingga memerlukan evaluasi oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya

Jangan Asal Menyimpulkan Benjolan di Leher

Karena penyebab benjolan di leher sangat beragam, masyarakat tidak disarankan langsung menyimpulkan bahwa semua pembengkakan merupakan gondongan.

Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab pasti sekaligus menentukan penanganan yang sesuai sejak dini.

Baca Juga: Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya

Editor : Ubaidillah
#mumps #tiroid #benjolan #perbedaan gondok dan gondongan #gondongan