Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan

RadarBangkalan.id - Masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah kandungan gizi susu akan hilang setelah melalui proses pemanasan. Pertanyaan ini sering muncul terutama terkait susu UHT (Ultra High Temperature), yang diproses menggunakan suhu sangat tinggi sebelum dikemas dan dipasarkan.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Epi Taufik, menegaskan bahwa proses pemanasan pada susu UHT tidak serta-merta merusak kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.
Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun
Menurutnya, teknologi UHT dirancang untuk membunuh mikroorganisme berbahaya sekaligus mempertahankan sebagian besar zat gizi penting dalam susu.
Mengapa Bakteri Mati tetapi Nutrisi Tetap Terjaga?
Prof Epi menjelaskan bahwa banyak orang mengira susu UHT dipanaskan langsung di atas api dalam waktu lama hingga mendidih. Padahal, proses yang digunakan industri susu jauh berbeda.
Pada teknologi UHT, susu dipanaskan menggunakan sistem uap panas atau steam yang mengalir di luar pipa tempat susu berada. Dengan metode ini, susu tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas seperti api.
Susu umumnya dipanaskan pada suhu sekitar 130 hingga 140 derajat Celsius selama 2 hingga 4 detik saja. Durasi yang sangat singkat tersebut menjadi faktor penting yang membantu menjaga kualitas nutrisi susu.
Menurut Prof Epi, prinsip utama dalam pengolahan susu adalah keseimbangan antara suhu dan waktu pemanasan. Dengan kombinasi yang tepat, bakteri dapat dimatikan secara efektif tanpa merusak sebagian besar kandungan gizi.



