News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat

Ubaidillah • Rabu, 3 Juni 2026 | 06:14 WIB
Terlalu sering begadang bisa memicu stroke ringan. (Foto ilustrasi: Getty Images/Wang Yukun)
Terlalu sering begadang bisa memicu stroke ringan. (Foto ilustrasi: Getty Images/Wang Yukun)

 

RadarBangkalan.id - Kebiasaan menunda waktu tidur demi menonton serial favorit, bermain media sosial, atau menggunakan gadget hingga larut malam ternyata bukan sekadar membuat tubuh lelah keesokan harinya. Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan serius pada otak dan sistem kardiovaskular.

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, yakni kondisi ketika seseorang sengaja mengorbankan waktu tidur untuk mendapatkan waktu luang setelah menjalani aktivitas padat sepanjang hari.

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara Usai Dicopot dari Kepala BGN, Singgung Hak Prerogatif Presiden

Dokter spesialis neurologi Dr Chandana R Gowda mengingatkan bahwa kurang tidur kronis dapat meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA) atau yang sering disebut stroke ringan.

Kurang Tidur Ganggu Kesehatan Otak dan Pembuluh Darah

Menurut Dr Gowda, gangguan tidur yang terjadi terus-menerus memicu berbagai perubahan pada tubuh yang berpotensi merusak kesehatan pembuluh darah.

Baca Juga: Benjolan di Leher Belum Tentu Gondongan, Dokter Jelaskan Bedanya dengan Gondok

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, meningkatnya peradangan, serta gangguan metabolisme tubuh. Kombinasi faktor tersebut dapat memperbesar risiko terjadinya penyumbatan aliran darah menuju otak.

"Ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh mengalami peningkatan hormon stres yang terus-menerus, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk, yang semuanya dapat meningkatkan risiko TIA dan akhirnya stroke penuh," jelas Dr Gowda.

Stroke Ringan Jadi Alarm Bahaya yang Sering Diabaikan

Transient Ischemic Attack (TIA) terjadi ketika aliran darah ke sebagian area otak terhambat sementara waktu. Meski gejalanya sering hilang dalam hitungan menit hingga jam, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.

TIA sering menjadi tanda awal meningkatnya risiko stroke yang lebih berat di kemudian hari.

Baca Juga: Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan

Beberapa gejala stroke ringan yang perlu diwaspadai antara lain:

Karena gejalanya bersifat sementara, banyak orang, terutama usia produktif, menganggapnya sebagai efek kelelahan biasa dan tidak segera mencari pertolongan medis.

Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun

Begadang Bisa Memicu Hipertensi hingga Diabetes

Selain berdampak pada otak, kurang tidur juga berkaitan erat dengan berbagai penyakit metabolik dan kardiovaskular.

Menurut Dr Gowda, gangguan tidur kronis dapat meningkatkan risiko:

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh kebiasaan yang sering menyertai begadang, seperti konsumsi kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi gula dan lemak pada malam hari.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Cara Mencegah Risiko Stroke Akibat Kurang Tidur

Untuk menjaga kesehatan otak dan jantung, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Baca Juga: Kenkulus Viral Disebut Balita Genius, Ini Menu Makanan Favorit yang Dikonsumsi Sejak Kecil

Menerapkan pola tidur yang sehat tidak hanya membantu tubuh lebih segar saat bangun, tetapi juga berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit serius, termasuk stroke dan gangguan jantung.

Baca Juga: Orang Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat, Asupan Protein Sering Terlupakan

Editor : Ubaidillah
#kurang tidur #begadang #stroke ringan #transient ischemic attack #gejala stroke