News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Keajaiban Medis, Anak 7 Tahun dengan Gagal Ginjal Stadium Akhir Berhasil Hidup Normal Tanpa Dialisis

Ubaidillah • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:24 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d

 

RadarBangkalan.id - Diagnosis gagal ginjal kronis stadium 5 sering dianggap sebagai kondisi yang mengharuskan pasien menjalani dialisis atau cuci darah dalam jangka panjang. Namun, kisah seorang bocah berusia tujuh tahun di India menghadirkan secercah harapan.

Meski didiagnosis mengidap penyakit ginjal kronis stadium akhir, bocah tersebut berhasil menjalani hidup normal tanpa ketergantungan pada mesin dialisis setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

Awalnya Dikira Penyakit Biasa

Kisah ini bermula pada Maret 2025 ketika bocah tersebut mengalami berbagai gejala yang tampak seperti penyakit umum. Kondisinya terus memburuk dengan munculnya pembengkakan di seluruh tubuh, penurunan produksi urine, kelelahan ekstrem, hilangnya nafsu makan, serta menurunnya aktivitas sehari-hari secara drastis.

Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa

Dari hasil evaluasi medis mendalam, dokter menemukan bahwa pasien mengalami Congenital Anomalies of the Kidney and Urinary Tract (CAKUT), yaitu kelainan bawaan yang memengaruhi perkembangan ginjal dan saluran kemih.

Kelainan tersebut menyebabkan kedua ginjal pasien mengalami hipodisplasia, yakni kondisi ketika ginjal berukuran lebih kecil dari normal dan tidak berkembang secara optimal. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring darah terus menurun hingga mencapai stadium lanjut.

Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket

Dokter Memilih Terapi Konservatif

Sebelum dirawat di rumah sakit tersebut, pasien sempat menjalani beberapa sesi dialisis.

Namun karena usia pasien yang masih sangat muda, tim dokter memutuskan untuk mengambil pendekatan berbeda. Mereka menghentikan sementara dialisis dan menerapkan terapi konservatif yang bertujuan menjaga fungsi ginjal yang masih tersisa serta memperlambat progresivitas penyakit.

Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak

Selama 7 hingga 10 hari, pasien mendapatkan perawatan intensif yang mencakup:

Pendekatan ini difokuskan untuk menstabilkan kondisi tubuh dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.

Kondisi Berangsur Membaik

Hasil terapi yang diberikan ternyata menunjukkan perkembangan positif. Tubuh pasien merespons pengobatan dengan baik dan kondisinya semakin stabil dari waktu ke waktu.

Setelah menjalani pemantauan rutin selama satu tahun terakhir, bocah tersebut kini dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi kesehatan yang stabil tanpa perlu kembali menjalani cuci darah.

Menurut konsultan nefrologi anak dari Rumah Sakit Kailash, Dr Neha V Pandey, kelainan ginjal bawaan menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis pada anak.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele

"Kelainan ginjal bawaan merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis pada anak-anak. Sering kali gejala awal tidak jelas sehingga baru terdeteksi ketika kondisi sudah berkembang lebih lanjut," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan.

CAKUT Menyumbang Hampir Separuh Kasus Gagal Ginjal Anak

Dr Pandey menjelaskan bahwa CAKUT menyumbang sekitar 40 hingga 50 persen kasus penyakit ginjal kronis pada anak.

Kelainan ini dapat berupa:

Baca Juga: Susah BAB Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Wanita Taiwan Ini Bikin Merinding

Selain faktor bawaan, penyakit ginjal kronis pada anak juga dapat dipicu oleh infeksi ginjal berulang, glomerulonefritis, penyakit ginjal keturunan, gangguan metabolisme tertentu, hingga penggunaan obat yang dapat merusak ginjal.

Gaya Hidup Modern Ikut Meningkatkan Risiko

Dokter juga menyoroti meningkatnya kasus gangguan ginjal pada anak-anak dalam beberapa tahun terakhir.

Selain faktor genetik dan kelainan bawaan, perubahan pola hidup modern disebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan ginjal sejak usia dini.

Beberapa faktor yang perlu diwaspadai antara lain:

Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Kejagung Ungkap Modusnya

Baca Juga: Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat

Orang tua dianjurkan untuk memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan sehari-hari anak guna menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

Editor : Ubaidillah
#bocah 7 tahun #gagal ginjal stadium akhir #gagal ginjal stadium 5 #gagal ginjal #cuci darah