News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kisah Pria 28 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Asam Urat

Ubaidillah • Sabtu, 6 Juni 2026 | 07:00 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/PonyWang
Foto ilustrasi: Getty Images/PonyWang

 

RadarBangkalan.id - Seorang pria berusia 28 tahun asal Inggris membagikan pengalaman hidupnya setelah didiagnosis mengidap gagal ginjal kronis yang kini telah berkembang menjadi stadium 5 atau gagal ginjal tahap akhir.

Pria bernama Niven Hopkins tersebut mengungkap bahwa gejala awal yang dialaminya tampak sepele dan sempat dianggap bukan masalah serius.

Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level

Perjalanan penyakitnya bermula pada Juni 2024 ketika usianya masih 26 tahun. Saat itu, Niven merasakan nyeri hebat pada salah satu kakinya tanpa penyebab yang jelas.

"Kaki saya terasa sangat sakit, seperti jari kaki saya patah. Yang aneh, saya tidak terbentur apa pun," ungkap Niven, dikutip dari Newsweek.

Karena menganggap kondisi tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan, ia memilih beristirahat dan tidur seperti biasa.

Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis

Namun keesokan harinya, kondisinya justru memburuk. Kaki yang sakit menjadi bengkak, kemerahan, dan terasa sangat nyeri. Ia sempat menduga dirinya mengalami serangan asam urat.

Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar

Beberapa hari kemudian, rumah sakit memintanya menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya mengejutkan. Niven didiagnosis menderita gagal ginjal kronis stadium 4.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan penyakit tersebut dipicu oleh kondisi genetik langka yang diturunkan dalam keluarganya. Sang ibu diketahui juga pernah mengalami gangguan ginjal hingga harus menjalani dua kali transplantasi ginjal.

Gejala yang Sempat Dianggap Biasa

Setelah menerima diagnosis, Niven mulai menyadari bahwa tubuhnya sebenarnya telah memberikan berbagai tanda peringatan sejak lama.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa

Ia mengaku sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak kunjung membaik. Selain itu, urinenya juga tampak berbusa dalam waktu cukup lama.

Tak hanya itu, ia kerap merasakan nyeri punggung yang selama ini dianggap sebagai efek samping aktivitas olahraga dan latihan beban.

"Saya mengira itu hanya cedera akibat mengangkat beban atau berlari," katanya.

Gejala lain yang juga dialami adalah brain fog atau kabut otak. Kondisi tersebut membuatnya mudah kehilangan fokus, sering lupa saat berbicara, bahkan kesulitan berkonsentrasi ketika menulis email.

Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak

Menurut Niven, gejala-gejala tersebut muncul secara perlahan sehingga tidak pernah dikaitkan dengan penyakit serius.

Baca Juga: Susah BAB Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Wanita Taiwan Ini Bikin Merinding

Kini Harus Menjalani Dialisis Setiap Malam

Seiring berjalannya waktu, fungsi ginjal Niven terus menurun hingga akhirnya memasuki stadium 5, yaitu tahap akhir penyakit ginjal kronis.

Untuk mempertahankan fungsi tubuhnya, ia kini harus menjalani dialisis peritoneal otomatis (Automated Peritoneal Dialysis/APD) setiap malam selama sekitar sembilan jam saat tidur.

Metode tersebut menggunakan selang yang terhubung ke rongga perut dan mesin dialisis untuk membantu menyaring limbah serta cairan berlebih yang tidak lagi dapat diproses oleh ginjal.

"Ini disebut dialisis peritoneal otomatis. Sebuah selang di perut saya menghubungkan saya ke mesin yang melakukan pekerjaan yang tidak dapat lagi dilakukan ginjal saya," jelasnya.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele

Setiap hari, Niven juga harus memantau kondisi kesehatannya secara ketat, mulai dari mengecek berat badan, mengukur tekanan darah, hingga mengonsumsi berbagai obat sesuai anjuran dokter.

Pentingnya Mengenali Gejala Sejak Dini

Kasus yang dialami Niven menjadi pengingat bahwa penyakit ginjal kronis tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP

Kelelahan berkepanjangan, urine berbusa, pembengkakan pada kaki, gangguan konsentrasi, hingga tekanan darah tinggi dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi ginjal yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau faktor risiko lain seperti diabetes dan hipertensi.

Baca Juga: Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat

Editor : Ubaidillah
#gejala gagal ginjal #dialisis #penyakit ginjal #gagal ginjal #cuci darah