News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

Ubaidillah • Minggu, 7 Juni 2026 | 05:36 WIB
Telur dadar. Foto: iStock
Telur dadar. Foto: iStock

 

RadarBangkalan.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan pangan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat. Setelah sebelumnya menyoroti pembagian ayam dalam program MBG, kali ini ia menyinggung pengolahan telur yang dinilai berpotensi mengurangi kualitas gizi jika tidak dilakukan dengan tepat.

Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level

Menurut Prabowo, telur yang diberikan kepada peserta program sebaiknya tidak diolah menjadi telur dadar dengan tambahan bahan lain dalam jumlah berlebihan.

"Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perbedaan kandungan gizi antara telur ceplok dan telur dadar yang dicampur tepung.

Kandungan Gizi Telur Ceplok

Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani dengan kepadatan gizi tinggi. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017, satu butir telur ayam mengandung sekitar:

Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis

Saat diolah menjadi telur ceplok, kandungan protein pada dasarnya tetap terjaga karena berasal dari telur itu sendiri. Namun, penggunaan minyak saat menggoreng dapat meningkatkan jumlah kalori dan lemak.

Satu butir telur ceplok umumnya mengandung:

Telur Dadar Campur Tepung Bisa Kurangi Asupan Protein per Porsi

Kondisi berbeda terjadi ketika telur diolah menjadi telur dadar dengan tambahan tepung atau bahan lain. Penambahan tepung memang dapat membuat ukuran telur dadar terlihat lebih besar, tetapi tidak menambah kandungan protein hewani yang berasal dari telur.

Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar

Jika jumlah telur yang digunakan tetap, tetapi porsi makanan diperbanyak dengan campuran tepung, maka protein yang diterima setiap anak menjadi lebih sedikit.

Sebagai ilustrasi, tiga butir telur yang dicampur tepung lalu dibagi menjadi enam porsi akan membuat setiap anak hanya memperoleh sebagian kecil kandungan protein dari tiga butir telur tersebut.

Selain itu, proses penggorengan juga menambah kalori dan lemak dari minyak yang digunakan.

Kualitas Protein Hewani Jadi Faktor Penting

Kandungan gizi telur dadar tidak dapat disamaratakan karena sangat bergantung pada komposisi bahan yang digunakan. Semakin banyak bahan tambahan dibandingkan telur, semakin kecil pula kontribusi protein hewani yang diperoleh dalam setiap porsi.

Sementara itu, telur utuh atau telur ceplok memberikan kepastian jumlah protein yang diterima anak. Protein hewani memiliki peran penting dalam:

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa

Penting untuk Keberhasilan Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Karena program ini umumnya hanya menyediakan satu kali makan setiap hari, kualitas bahan pangan yang diberikan menjadi faktor penting. Makanan yang terlihat banyak belum tentu memiliki nilai gizi tinggi jika bahan utamanya terlalu sedikit atau digantikan oleh bahan lain yang kandungan gizinya lebih rendah.

Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket

Oleh sebab itu, kualitas sumber protein seperti telur menjadi salah satu aspek yang menentukan keberhasilan Program MBG dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak Indonesia.

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #telur dadar #Prabowo Subianto #Mbg #protein