RadarBangkalan.id - Work From Cafe (WFC) kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, mulai dari mahasiswa, freelancer, hingga pekerja kantoran. Suasana kafe yang nyaman dan estetik dianggap mampu meningkatkan fokus sekaligus produktivitas.
Namun di balik tren tersebut, ada satu kebiasaan yang sering diabaikan, yakni membawa ransel berisi laptop dan perlengkapan kerja selama berjam-jam.
Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami
Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?
Meski laptop terlihat tidak terlalu berat, beban tambahan seperti charger, powerbank, dokumen, mouse, hingga tumbler dapat membuat total berat tas meningkat signifikan.
Jika kondisi ini dilakukan terus-menerus dengan posisi yang kurang tepat, risiko gangguan pada leher dan tulang belakang bisa meningkat, termasuk saraf kejepit.
Nyeri dari Leher hingga Tangan Bisa Jadi Tanda Awal
Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengingatkan bahwa nyeri yang menjalar dari leher ke bahu hingga tangan tidak boleh dianggap sepele.
Menurutnya, salah satu pemicu yang sering ditemukan adalah kebiasaan membawa ransel berat dengan posisi yang tidak seimbang.
Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level
"Jadi bagaimana membawa tas yang baik? Kalau backpack sebenarnya harus dipakai talinya dua-dua. Jadi harus seimbang antara tali yang kanan dan kiri," ujar dr Victorio.
Keseimbangan beban pada kedua bahu membantu mengurangi tekanan berlebihan pada otot, sendi, serta saraf di area leher dan punggung atas.
Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Ransel
dr Victorio menjelaskan kesalahan paling umum adalah menggunakan ransel hanya dengan satu tali.
Kebiasaan ini membuat beban tubuh bertumpu pada satu sisi bahu sehingga posisi tubuh menjadi tidak seimbang.
"Yang sering kesalahan yang kita lakukan adalah membawa backpack dengan satu tali di kanan atau di kiri," tegasnya.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu ketegangan otot, perubahan postur tubuh, hingga meningkatkan risiko terjadinya penjepitan saraf pada area leher.
Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar
Cara Membawa Ransel yang Lebih Aman
Untuk mengurangi risiko nyeri dan gangguan saraf, beberapa hal berikut dapat diterapkan:
- Gunakan kedua tali ransel secara bersamaan.
- Atur panjang tali agar tas menempel dekat ke punggung.
- Hindari membawa barang yang tidak diperlukan.
- Pilih ransel dengan bantalan bahu yang nyaman.
- Usahakan berat tas tidak berlebihan.
- Lakukan peregangan leher dan bahu secara berkala.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Selain itu, pekerja yang sering berpindah lokasi kerja juga disarankan memperhatikan posisi duduk saat menggunakan laptop agar tidak menambah beban pada leher dan punggung.
Baca Juga: Viral Tren Strava Fridge, Profesor IPB Ungkap Bahaya Sering Buka-Tutup Kulkas Minimarket
WFC Nyaman, Kesehatan Tetap Harus Jadi Prioritas
Tren bekerja dari kafe memang menawarkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan dibandingkan bekerja di kantor atau rumah. Namun, kebiasaan membawa perlengkapan kerja setiap hari perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan tubuh.
Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak
Jika muncul keluhan seperti nyeri leher berkepanjangan, kesemutan, mati rasa, atau nyeri yang menjalar ke lengan dan tangan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Editor : Ubaidillah