News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Duduk 'Gaya Udang' Saat WFC Bisa Picu Saraf Kejepit, Ini Peringatan Dokter

Ubaidillah • Minggu, 7 Juni 2026 | 05:53 WIB
Ilustrasi duduk gaya udang (Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska)
Ilustrasi duduk gaya udang (Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska)

 

RadarBangkalan.id - Tren Work From Cafe (WFC) semakin populer di kalangan Gen Z, pekerja kantoran, hingga freelancer. Suasana yang lebih santai dan estetik membuat banyak orang betah bekerja berjam-jam di kafe.

Namun, di balik kenyamanan tersebut terdapat risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan duduk membungkuk ekstrem atau yang kerap disebut sebagai "gaya udang".

Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio SpBS dari Lamina Hospital, mengingatkan bahwa posisi duduk seperti ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang dan meningkatkan risiko cedera cakram tulang belakang yang dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit.

"Karena mengikuti bentuk anatomi udang, tulang belakang akan mengalami tekanan yang lebih besar," ujar dr Victorio saat ditemui di Lamina Hospital, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, tubuh manusia secara anatomi tidak dirancang untuk mempertahankan posisi membungkuk atau duduk selonjoran dalam waktu lama.

Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

"Tubuh kita tidak didesain untuk duduk seperti itu dalam waktu yang panjang. Karena itu, sebisa mungkin gunakan posisi duduk yang ergonomis," jelasnya.

Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami

Mengapa Duduk Membungkuk Berbahaya?

Saat seseorang duduk membungkuk dalam waktu lama, tekanan pada bantalan tulang belakang meningkat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan pada cakram tulang belakang.

Akibatnya, seseorang berisiko mengalami:

Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level

• Nyeri leher

• Nyeri punggung bawah

• Pegal pada bahu

• Kesemutan pada tangan atau kaki

• Saraf kejepit akibat tekanan pada bantalan tulang belakang

Risiko tersebut semakin besar pada pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop tanpa jeda.

Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis

Tips Tetap Aman Saat WFC di Kafe

Tidak semua kafe menyediakan kursi dan meja yang ergonomis. Namun, menurut dr Victorio, ada cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Salah satunya adalah menggunakan penyangga pada area pinggang.

Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar

"Kita bisa menyiasatinya dengan menaruh handuk atau benda lain di bagian pinggang agar lekukan anatomi tetap terjaga," katanya.

Metode ini berfungsi sebagai lumbar support atau penyangga pinggang yang membantu mempertahankan kelengkungan alami tulang belakang.

Selain itu, beberapa kebiasaan berikut juga disarankan:

• Duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks.

• Pastikan layar laptop sejajar dengan pandangan mata.

• Hindari duduk membungkuk terlalu lama.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

• Berdiri dan melakukan peregangan setiap 30-60 menit.

• Gunakan tas yang tidak terlalu berat saat bepergian.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

Jangan Tunggu Sampai Timbul Keluhan

Gangguan pada tulang belakang biasanya tidak langsung menimbulkan gejala serius. Keluhan sering muncul secara bertahap setelah kebiasaan buruk dilakukan dalam waktu lama.

Karena itu, memperbaiki posisi duduk sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah nyeri kronis hingga saraf kejepit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Editor : Ubaidillah
#work from cafe #gaya udang #kursi ergonomis #saraf kejepit #Gen Z