RadarBangkalan.id - Bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC) menjadi kebiasaan yang semakin populer, terutama di kalangan pekerja dan mahasiswa. Namun, duduk terlalu lama dalam posisi yang sama sering kali memicu keluhan pegal dan nyeri pinggang.
Meski demikian, tidak semua nyeri pinggang yang muncul saat WFC menandakan saraf kejepit. Spesialis bedah saraf, Victorio, menjelaskan bahwa saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) memiliki gejala khas yang berbeda dengan nyeri otot biasa.
Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar
Menurut dokter yang akrab disapa dr Rio tersebut, salah satu tanda utama saraf kejepit adalah rasa nyeri yang menjalar hingga ke kaki.
"Saraf kejepit ciri khasnya adalah apabila nyerinya sudah menjalar ke kaki," ujar dr Rio saat berbincang di Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Christian Eriksen Ambruk di Tengah Pertandingan, Dokter Tim Sebut ICD Berfungsi Normal
Nyeri Pinggang Belum Tentu Saraf Kejepit
Dr Rio menjelaskan bahwa ada berbagai kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri pada punggung atau pinggang. Salah satunya adalah axial pain, yaitu nyeri yang hanya berpusat pada area tertentu di tulang belakang seperti leher atau punggung bawah.
Pada kondisi ini, rasa sakit biasanya tidak menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan maupun kaki.
Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini
"Itu biasanya yang sifatnya ringan," jelasnya.
Karena itu, seseorang tidak bisa langsung menyimpulkan mengalami saraf kejepit hanya karena merasakan nyeri atau pegal setelah duduk terlalu lama.
Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai
Postur Duduk Jadi Faktor Penting
Menurut dr Rio, postur tubuh yang buruk merupakan salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan risiko gangguan tulang belakang, termasuk saraf kejepit.
Saat bekerja dalam waktu lama, penggunaan kursi ergonomis lebih disarankan karena dapat menopang tubuh sesuai lekuk alami tulang belakang dan membantu menjaga posisi duduk tetap ideal.
Namun jika tidak tersedia kursi ergonomis, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko keluhan pada punggung dan pinggang.
Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami
Salah satunya adalah memilih kursi yang tidak terlalu empuk. Kursi yang terlalu lunak dapat membuat posisi tubuh kurang stabil sehingga meningkatkan beban pada tulang belakang dan otot penyangga.
Jangan Duduk Terlalu Lama
Selain memperhatikan kursi, dr Rio juga menyarankan agar seseorang tidak terus-menerus duduk dalam waktu lama.
Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?
Ia menganjurkan untuk berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan ringan setiap satu hingga dua jam sekali agar otot dan sendi tetap rileks.
"Kedua, yang bisa kita lakukan per satu sampai dua jam, kita harus berdiri kemudian melakukan relaksasi untuk otot dan sendi, sehingga sarafnya tidak kaget," katanya.
Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot, memperlancar sirkulasi darah, serta menurunkan risiko gangguan pada tulang belakang akibat posisi duduk yang terlalu lama.
Editor : Ubaidillah