RadarBangkalan.id - Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di atas batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat menjadi peringatan awal sebelum seseorang mengalami diabetes yang berisiko memicu berbagai komplikasi kesehatan.
Secara umum, kadar gula darah puasa normal berada pada kisaran 70-99 mg/dL. Seseorang dikategorikan mengalami prediabetes apabila kadar gula darah puasa berada di rentang 100-125 mg/dL.
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Peserta BPJS Tak Bisa Kontrol Sebelum Tanggal yang Ditentukan
Sayangnya, sebagian besar penderita tidak menyadari kondisinya karena prediabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Gejala Prediabetes yang Perlu Diwaspadai
Prediabetes sering disebut sebagai "silent condition" karena tidak selalu menimbulkan keluhan. Namun, ada beberapa tanda yang dapat menjadi peringatan bahwa kadar gula darah mulai bermasalah.
Salah satu gejala yang cukup khas adalah munculnya area kulit yang menggelap, terutama di bagian leher, ketiak, atau lipatan tubuh lainnya.
Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar
Selain itu, sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan perkembangan menuju Type 2 Diabetes antara lain:
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Mudah merasa haus meski sudah cukup minum
- Sering lapar walau sudah makan
- Penglihatan kabur
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Mudah lelah
- Luka yang sulit sembuh
- Lebih sering mengalami infeksi
Faktor Risiko Prediabetes
Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes. Salah satu yang paling dominan adalah kelebihan berat badan.
Semakin banyak lemak tubuh yang menumpuk, terutama di area perut, semakin tinggi risiko terjadinya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal.
Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini
Beberapa faktor risiko lainnya meliputi:
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Lingkar pinggang berlebih
- Pola makan tinggi gula dan makanan olahan
- Konsumsi daging merah serta daging olahan berlebihan
- Kurang aktivitas fisik
- Usia di atas 35 tahun
- Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
Menurut Diana Suganda, perubahan gaya hidup modern membuat kasus prediabetes dan diabetes kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai
Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minim aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadi faktor yang turut meningkatkan risiko gangguan metabolisme tersebut.
Cara Membantu Mengatasi Prediabetes
1. Terapkan Pola Makan Sehat
Mengurangi konsumsi makanan olahan dan tinggi gula menjadi langkah penting untuk mengendalikan kadar gula darah.
Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami
Pilih makanan yang kaya nutrisi seperti:
- Buah-buahan
- Sayuran
- Biji-bijian utuh
- Protein tanpa lemak
- Lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan
Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?
Pola makan yang lebih sehat dapat membantu mengembalikan kadar gula darah ke rentang normal dan menurunkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh dapat menggunakan gula darah dengan lebih efektif.
Para ahli merekomendasikan olahraga intensitas sedang selama 30 hingga 60 menit per hari, setidaknya lima kali dalam seminggu.
Jenis olahraga yang dapat dilakukan antara lain:
- Jalan kaki
- Joging
- Bersepeda
- Senam aerobik
- Berenang
3. Menurunkan Berat Badan
Penurunan berat badan sebesar 5 hingga 10 persen dari berat badan awal terbukti dapat membantu memperbaiki kontrol gula darah.
Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis
Selain itu, mengecilkan lingkar pinggang juga berkontribusi dalam mengurangi resistensi insulin yang menjadi pemicu utama prediabetes.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman manis.
Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar
Mengurangi konsumsi minuman bersoda, minuman kemasan tinggi gula, dan jus dengan tambahan pemanis dapat membantu menurunkan risiko peningkatan kadar gula darah.
Prediabetes Bisa Dicegah
Prediabetes bukan kondisi yang harus berakhir menjadi diabetes tipe 2. Dengan perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, serta rutin memeriksa kadar gula darah, risiko perkembangan penyakit dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Semakin dini kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mengembalikan kadar gula darah ke rentang normal dan mencegah komplikasi kesehatan di masa depan.
Editor : Ubaidillah