News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pemuda 23 Tahun Alami Gagal Ginjal Akibat Olahraga Berlebihan, Ini Penjelasan Dokter

Ubaidillah • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:57 WIB
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/iStockphoto/pepifoto)

 

RadarBangkalan.id - Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi melakukannya secara berlebihan tanpa persiapan yang memadai dapat menimbulkan risiko serius. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah rabdomiolisis akibat olahraga atau exertional rhabdomyolysis.

Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah seorang pemuda berusia 23 tahun di China mengalami gagal ginjal akut setelah menjalani aktivitas olahraga yang terlalu berat. Kondisi serupa juga semakin sering dilaporkan di berbagai negara seiring meningkatnya popularitas tantangan kebugaran ekstrem dan latihan intensitas tinggi.

Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes

Dipicu Aktivitas yang Belum Terbiasa Dilakukan Tubuh

Kepala Divisi Gangguan Neuromuskular dan Neurometabolik di McMaster University, Kanada, Dr. Mark Tarnopolsky, menjelaskan bahwa rabdomiolisis sering terjadi ketika seseorang melakukan olahraga yang belum terbiasa dilakukan tubuhnya.

Menurutnya, risiko meningkat saat seseorang memaksakan diri melakukan latihan berat secara mendadak atau kembali berolahraga intens setelah lama tidak aktif.

Baca Juga: Klaim Membengkak, BPJS Kesehatan Butuh Suntikan Dana Rp 20 Triliun

Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat menyebabkan kerusakan otot secara masif. Saat kondisi ini terjadi, isi sel otot akan bocor ke aliran darah dan berpotensi membahayakan organ tubuh lainnya.

Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Nyeri otot atau tubuh pegal setelah olahraga memang umum terjadi. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan kerusakan otot sudah berada pada tingkat berbahaya.

Baca Juga: Harga Obat Mulai Naik Imbas Rupiah Melemah, Menkes Budi Buka Suara

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

• Nyeri otot yang sangat berat.

• Otot terasa kaku hingga sulit digerakkan.

• Kelemahan otot yang tidak biasa.

• Pembengkakan pada area otot yang terkena.

• Urine berwarna cokelat tua atau seperti teh.

• Produksi urine berkurang.

• Tubuh terasa sangat lemas.

Baca Juga: Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Rp 3.950 per Liter, Berlaku Hari Ini

Menurut para ahli, urine berwarna gelap merupakan salah satu tanda penting karena menunjukkan adanya protein otot yang masuk ke dalam urine akibat kerusakan otot yang parah.

Bagaimana Rabdomiolisis Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?

Saat sel-sel otot rusak, tubuh melepaskan berbagai zat ke dalam aliran darah, termasuk protein mioglobin dan enzim creatine kinase (CK).

Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar

Mioglobin dalam jumlah besar dapat menyumbat dan merusak ginjal. Akibatnya, fungsi penyaringan ginjal menurun dan dapat berkembang menjadi gagal ginjal akut jika tidak segera ditangani.

Penanganan dini biasanya dilakukan dengan pemberian cairan infus dalam jumlah besar untuk membantu ginjal membuang zat-zat berbahaya tersebut.

Komplikasi yang Mengancam Nyawa

Rabdomiolisis bukan hanya berisiko merusak ginjal. Jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, antara lain:

1. Gagal Ginjal Akut

Penumpukan mioglobin dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang memerlukan tindakan dialisis atau cuci darah.

2. Sindrom Kompartemen

Otot yang mengalami pembengkakan hebat dapat menekan pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin perlu melakukan operasi untuk mengurangi tekanan tersebut.

Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini

3. Gangguan Irama Jantung

Kerusakan otot dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, terutama kalium dan fosfat. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung, kejang, hingga henti jantung mendadak.

Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai

Cara Mencegah Rabdomiolisis Saat Berolahraga

Untuk mengurangi risiko rabdomiolisis, para ahli menyarankan:

Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

• Meningkatkan intensitas latihan secara bertahap.

• Tidak memaksakan tubuh melakukan olahraga yang belum terbiasa dilakukan.

• Melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar.

• Mengonsumsi cukup cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

• Menghindari olahraga berat saat tubuh sedang sakit atau mengalami dehidrasi.

• Segera memeriksakan diri jika mengalami nyeri otot berat atau urine berwarna gelap setelah latihan.

Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami

Editor : Ubaidillah
#rhabdomyolysis #olahraga ekstrem #rabdomiolisis akibat olahraga #gagal ginjal #kesehatan ginjal