News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai

Ubaidillah • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:25 WIB
Foto: thinkstock
Foto: thinkstock

 

RadarBangkalan.id - Kanker kolorektal atau kanker usus besar menjadi salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditemukan di dunia. Setiap tahun, terdapat sekitar 1,9 juta kasus baru kanker kolorektal secara global.

Di Indonesia, kanker usus besar masuk dalam daftar kanker dengan jumlah kasus terbanyak. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi dengan lebih dari 19.000 kematian setiap tahun.

Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda

Salah satu masalah terbesar dalam penanganan kanker usus besar adalah keterlambatan diagnosis. Banyak pasien baru datang ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Harbuwono Saksono menyebut sebagian besar pasien kanker kolorektal datang dalam kondisi yang sudah terlambat.

"Jika 100 pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan kita hari ini, lebih dari 70 di antaranya akan datang dalam kondisi stadium lanjut," ujarnya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo

Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga Stadium 4

Perkembangan kanker usus besar berlangsung secara bertahap. Setiap stadium memiliki tanda dan perubahan yang berbeda pada tubuh.

1. Kanker Usus Besar Stadium 0 dan Stadium 1

Pada tahap paling awal, tumor kanker masih berukuran kecil dan belum menyebar ke luar dinding usus besar.

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Sebagian besar penderita belum merasakan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang dapat muncul yaitu:

• Adanya sedikit darah pada feses yang sulit terlihat secara langsung.

• Perubahan pola BAB ringan.

Karena gejalanya sering tidak terasa, pemeriksaan skrining menjadi penting untuk menemukan kanker sejak dini.

Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya

2. Kanker Usus Besar Stadium 2

Pada stadium ini, kanker mulai berkembang lebih jauh dan dapat menyebar hingga lapisan luar usus besar maupun jaringan di sekitarnya.

Gejala yang mungkin muncul meliputi:

• Darah pada feses yang mulai terlihat.

• Bentuk feses berubah menjadi lebih tipis.

• Frekuensi buang air besar meningkat.

• Muncul rasa tidak tuntas setelah BAB.

Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru

3. Kanker Usus Besar Stadium 3

Pada stadium 3, sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar usus besar.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

• Feses semakin kecil dan tipis seperti pensil.

• Diare atau sembelit yang tidak membaik.

• Darah dan lendir pada feses semakin sering muncul.

• Perubahan kebiasaan BAB yang berlangsung lama.

Baca Juga: Dokter Anak dr Ratna Dituntut 4,5 Tahun Penjara, IDAI Soroti Dugaan Kriminalisasi Tenaga Medis

4. Kanker Usus Besar Stadium 4

Stadium 4 merupakan tahap ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain atau disebut kanker usus besar metastatik.

Pada kondisi ini, fungsi usus dapat terganggu bahkan mengalami penyumbatan.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

• Feses sangat tipis atau berbentuk butiran kecil seperti pelet.

Baca Juga: Benarkah Golongan Darah O Lebih Panjang Umur? Ini Fakta di Balik Kaitannya dengan Kesehatan

• Tidak dapat BAB akibat sumbatan usus.

• Darah pada feses semakin sering ditemukan.

• Warna feses berubah menjadi gelap atau hitam.

• Nyeri perut berat.

• Perut membesar atau terasa kembung.

Baca Juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari Ternyata Punya Banyak Efek untuk Tubuh, Ini Daftarnya

Perubahan Feses Tidak Selalu Berarti Kanker

Meski perubahan bentuk atau warna feses dapat menjadi tanda kanker usus besar, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kanker.

Beberapa masalah kesehatan lain juga dapat menyebabkan gejala serupa, seperti:

• Wasir atau hemoroid.

• Fisura ani atau robekan kecil pada anus.

• Penyakit radang usus seperti Crohn dan kolitis ulseratif.

• Infeksi saluran pencernaan.

• Pengaruh makanan atau obat tertentu.

Baca Juga: Rutin Minum Kopi Setiap Hari Ternyata Punya Banyak Efek untuk Tubuh, Ini Daftarnya

Kapan Harus Skrining Kanker Usus Besar?

Para ahli kesehatan merekomendasikan skrining kanker kolorektal mulai usia 45 tahun.

Pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal jika seseorang memiliki faktor risiko, terutama riwayat keluarga dengan kanker usus besar.

Salah satu metode skrining yang paling akurat adalah kolonoskopi. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat langsung kondisi bagian dalam usus besar untuk menemukan adanya polip atau tanda kanker.

Baca Juga: Tragedi Keluarga Mahasiswa UGM Tewas di Tenda, Dokter Ungkap Bahaya Gas CO yang Bisa Membunuh Diam-diam

Deteksi lebih awal menjadi kunci utama karena kanker usus besar yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang penanganan yang jauh lebih baik dibandingkan ketika sudah menyebar.

Editor : Ubaidillah
#kanker usus besar #skrining kanker #gejala kanker kolorektal #deteksi dini kanker #perubahan feses