RadarBangkalan.id - Kasus medis langka terjadi di Prancis setelah seorang pria berusia 44 tahun datang ke rumah sakit hanya karena mengalami kelemahan ringan pada kaki kirinya. Namun, pemeriksaan lanjutan justru mengungkap kondisi otak yang sangat tidak biasa.
Hasil CT scan dan MRI menunjukkan bahwa sebagian besar ruang di dalam tengkoraknya dipenuhi cairan, sementara jaringan otaknya hanya tersisa dalam bentuk lapisan tipis yang menempel di dinding tengkorak.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
Kondisi tersebut membuat ukuran otaknya jauh lebih kecil dibandingkan manusia normal. Dokter memperkirakan volume otaknya berkurang lebih dari separuh akibat penumpukan cairan yang terjadi sejak masa kecil.
Pernah Mengalami Hidrosefalus Saat Bayi
Meski temuan tersebut terlihat mengejutkan, pria itu ternyata mampu menjalani kehidupan seperti orang pada umumnya. Ia tumbuh dewasa, memiliki keluarga, serta bekerja sebagai pegawai negeri sipil.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Riwayat medisnya menunjukkan bahwa saat berusia 6 bulan, pria tersebut pernah mengalami hidrosefalus, yaitu kondisi ketika cairan serebrospinal menumpuk secara berlebihan di dalam rongga otak.
Saat itu, dokter memasang alat bantu bernama shunt untuk mengalirkan cairan berlebih dari otak. Alat tersebut kemudian dilepas ketika pasien berusia 14 tahun.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo
Selama bertahun-tahun setelahnya, ia tidak mengalami gangguan neurologis berat hingga akhirnya muncul keluhan kelemahan pada kaki kiri.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
IQ 75 tetapi Tetap Bisa Menjalani Kehidupan Normal
Secara teori, ukuran otak yang sangat kecil biasanya dikaitkan dengan gangguan perkembangan kognitif berat. Namun, kasus pria ini menunjukkan kemampuan otak manusia untuk beradaptasi.
Pemeriksaan neuropsikologis menunjukkan pria tersebut memiliki skor IQ 75, lebih rendah dibandingkan rata-rata populasi yang berada di sekitar angka 100.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Meski demikian, fungsi otaknya masih cukup baik untuk menjalani kehidupan sosial, bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Cairan Berlebih Diduga Menekan Fungsi Otak
Tim dokter yang menangani kasus ini menyimpulkan bahwa keluhan kelemahan kaki kiri kemungkinan disebabkan oleh tekanan akibat penumpukan cairan di dalam tengkorak.
Untuk mengatasinya, dokter kembali melakukan tindakan pemasangan shunt guna membantu mengalirkan cairan berlebih.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Beberapa minggu setelah operasi, kondisi neurologis pasien membaik dan kekuatan kaki kirinya kembali seperti semula.
Namun, ukuran jaringan otak dan skor IQ pasien tidak mengalami perubahan setelah tindakan tersebut.
Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru
Kasus Ini Menunjukkan Kemampuan Adaptasi Otak Manusia
Para ahli menyebut kasus ini sebagai salah satu contoh luar biasa mengenai kemampuan otak manusia untuk beradaptasi terhadap perubahan struktur yang ekstrem.
Tanpa adanya keluhan pada kaki, kondisi tersebut kemungkinan besar tidak pernah diketahui karena pasien mampu menjalani kehidupan normal selama puluhan tahun.
Baca Juga: Dokter Anak dr Ratna Dituntut 4,5 Tahun Penjara, IDAI Soroti Dugaan Kriminalisasi Tenaga Medis
Editor : Ubaidillah