RadarBangkalan.id - BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheuwakan menyebut peluang El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa musim kemarau tidak hanya berdampak pada suhu panas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, diare akibat buruknya sanitasi, infeksi saluran pernapasan akibat polusi udara, hingga penyakit akibat panas ekstrem seperti dehidrasi dan heat stroke.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
Masyarakat disarankan menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan, memantau kualitas udara, menggunakan masker saat polusi meningkat, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Pemerintah mengimbau masyarakat segera mencari bantuan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau gejala kesehatan yang memburuk selama musim kemarau.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Editor : Ubaidillah