RadarBangkalan.id - Rasa lelah setelah melakukan aktivitas berat atau kurang tidur merupakan hal yang wajar. Namun, jika tubuh terus merasa lemas dan tidak bertenaga meski sudah mendapatkan waktu istirahat cukup, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Kelelahan berkepanjangan atau fatigue dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, termasuk diabetes.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 dapat menyebabkan tubuh mengalami gangguan dalam mengolah gula darah menjadi energi. Akibatnya, seseorang bisa merasa mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Gejala Diabetes yang Bisa Berkaitan dengan Kelelahan
Selain rasa lelah yang muncul terus-menerus, diabetes juga dapat disertai beberapa gejala lain.
Rasa Haus Berlebihan
Salah satu tanda diabetes adalah sering merasa haus atau disebut polidipsia.
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang terlalu tinggi. Gula darah berlebih membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
Akibatnya, seseorang dapat lebih sering buang air kecil dan kehilangan banyak cairan sehingga muncul rasa haus.
Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama
Sering Lapar Meski Sudah Makan
Penderita diabetes juga dapat mengalami rasa lapar berlebihan atau polifagia.
Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Ketika sel tubuh kekurangan energi, tubuh memberikan sinyal lapar meskipun seseorang sudah makan.
Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jelas
Ketika glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel akibat gangguan insulin, tubuh akan mencari sumber energi lain.
Sebagai gantinya, tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot sehingga berat badan dapat menurun tanpa alasan yang jelas.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
Penglihatan Menjadi Kabur
Kadar gula darah tinggi dapat memengaruhi cairan dalam tubuh, termasuk pada bagian lensa mata.
Perubahan tersebut dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau tidak fokus.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
Mengapa Diabetes Bisa Menyebabkan Tubuh Mudah Lelah?
Kelelahan akibat diabetes tidak hanya disebabkan oleh gejala yang muncul, tetapi juga berkaitan dengan gangguan proses penggunaan energi di dalam tubuh.
Pada kondisi normal, tubuh mengubah makanan menjadi glukosa. Selanjutnya, hormon insulin membantu memasukkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Namun, pada penderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Akibatnya, kadar gula tetap tinggi di dalam darah, sementara sel tubuh justru kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan energi.
Kondisi inilah yang dapat membuat seseorang merasa lelah, lemas, dan kurang bertenaga.
Diabetes Juga Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental
Selain memengaruhi kondisi fisik, diabetes juga dapat memberikan tekanan secara emosional.
Pengelolaan diabetes yang berlangsung terus-menerus, perubahan pola makan, hingga kekhawatiran terhadap komplikasi dapat memengaruhi kondisi mental seseorang.
Beberapa kondisi seperti depresi dapat menyebabkan:
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo
- Kehilangan energi dan motivasi.
- Perubahan pola makan.
- Gangguan aktivitas sehari-hari.
- Perubahan berat badan.
Gangguan kesehatan mental tersebut juga dapat memperburuk rasa lelah yang dialami.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Pentingnya Cek Gula Darah Sejak Dini
Kelelahan yang berlangsung lama sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi biasa. Pemeriksaan gula darah dapat membantu mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan kadar gula atau tidak.
Dokter spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menjelaskan bahwa diagnosis diabetes tidak cukup hanya berdasarkan pemeriksaan gula darah sewaktu.
Pemeriksaan yang lebih lengkap dapat dilakukan melalui gula darah puasa dan HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
Melalui pemeriksaan tersebut, seseorang dapat mengetahui apakah kondisi tubuh masih normal, sudah masuk tahap prediabetes, atau mengalami diabetes.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo
Mengetahui kondisi gula darah lebih awal dapat membantu seseorang melakukan perubahan gaya hidup, mulai dari memilih makanan lebih sehat, menjaga berat badan, hingga meningkatkan aktivitas fisik.
Editor : Ubaidillah