News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Erling Haaland Makan Jeroan Setiap Hari, Benarkah Hati dan Jantung Sapi Bisa Bikin Tubuh Lebih Kuat?

Ubaidillah • Minggu, 21 Juni 2026 | 06:47 WIB
Erling Haaland punya kegemaran unik, makan jeroan. Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson
Erling Haaland punya kegemaran unik, makan jeroan. Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson

 

RadarBangkalan.id - Pola makan atlet profesional sering menjadi perhatian publik karena dianggap menjadi salah satu faktor yang mendukung performa mereka di level tertinggi. Salah satu kebiasaan yang menarik perhatian adalah menu makanan penyerang Manchester City sekaligus pemain Timnas Norwegia, Erling Haaland.

Dalam dokumenter Haaland: The Big Decision, Haaland mengungkapkan bahwa dirinya rutin mengonsumsi bagian tubuh hewan yang selama ini cukup kontroversial, yaitu hati dan jantung sapi.

Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata

"Kalian mungkin tidak makan ini, tetapi saya sangat peduli untuk menjaga tubuh saya," ujar Haaland.

Menurutnya, kualitas bahan makanan menjadi hal penting dalam menjaga kondisi tubuh. Ia lebih memilih makanan yang berasal dari sumber berkualitas dan mengonsumsi organ sapi seperti hati serta jantung sebagai bagian dari pola makannya.

Namun, apakah kebiasaan makan jeroan seperti Haaland aman dilakukan oleh masyarakat umum?

Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi

Jantung dan Hati Sapi Kaya Protein serta Nutrisi Penting

Jeroan sering kali mendapat stigma sebagai makanan yang kurang sehat. Padahal, beberapa jenis jeroan memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi.

Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem

Jantung sapi, misalnya, merupakan sumber protein hewani yang baik. Berdasarkan data USDA FoodData Central, dalam 100 gram jantung sapi terkandung:

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

• Energi sekitar 165 kkal
• Protein sekitar 28,5 gram
• Lemak sekitar 4,7 gram
• Karbohidrat sekitar 0,15 gram

Kandungan protein tinggi tersebut membantu proses pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot yang mengalami tekanan akibat latihan fisik intens.

Sementara itu, hati sapi memiliki kandungan mikronutrien yang lebih beragam. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), dalam 100 gram hati sapi terdapat:

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

• Energi sekitar 132 kkal
• Protein sekitar 19,7 gram
• Lemak sekitar 3,2 gram
• Karbohidrat sekitar 6 gram

Selain protein, hati sapi juga kaya akan vitamin B12, zat besi, folat, vitamin A, dan tembaga.

Zat besi dan vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini menjadi salah satu alasan makanan tersebut menarik bagi atlet yang membutuhkan kapasitas fisik tinggi.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Mengapa Atlet Seperti Haaland Memilih Jeroan?

Bagi atlet dengan aktivitas fisik berat, kebutuhan protein, energi, vitamin, dan mineral memang lebih tinggi dibandingkan orang dengan aktivitas biasa.

Jeroan seperti hati dan jantung sapi menawarkan kombinasi nutrisi yang cukup lengkap dalam satu bahan makanan. Protein membantu pemulihan otot, sementara berbagai vitamin dan mineral mendukung metabolisme energi tubuh.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Namun, pola makan atlet profesional tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan. Kebiasaan makan Haaland juga didukung oleh latihan intens, pemulihan yang baik, tidur cukup, serta perencanaan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya.

Artinya, mengonsumsi jeroan saja tidak otomatis membuat seseorang memiliki tubuh seperti atlet dunia.

Risiko Makan Jeroan Jika Berlebihan

Meski kaya nutrisi, jeroan bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas.

Hati sapi memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, penumpukan vitamin A dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Selain itu, beberapa jenis jeroan juga mengandung kolesterol dan purin yang cukup tinggi. Purin dapat diubah tubuh menjadi asam urat, sehingga perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki riwayat gangguan asam urat atau kondisi metabolisme tertentu.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

Karena itu, jeroan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber protein atau dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar.

Berapa Banyak Jeroan yang Aman Dikonsumsi?

Belum ada batas konsumsi jeroan harian yang berlaku secara umum. Namun, karena kandungan kolesterol, purin, dan vitamin tertentu yang tinggi, konsumsi jeroan sebaiknya tetap dibatasi.

Sebagai variasi makanan, jeroan dapat dikonsumsi sekitar 1 hingga 2 porsi kecil dalam satu kali makan dan tidak perlu menjadi menu utama setiap hari.

Sumber protein lain seperti ikan, ayam, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk kedelai tetap penting untuk menjaga pola makan seimbang.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Tidak Semua Orang Bisa Mengikuti Diet Haaland

Pola makan atlet seperti Erling Haaland dibuat berdasarkan kebutuhan tubuh dan aktivitas fisiknya yang sangat tinggi. Karena itu, tidak semua kebiasaan makan atlet dapat langsung diterapkan oleh masyarakat umum.

Bagi orang yang memiliki kadar asam urat tinggi, gangguan kolesterol, atau kondisi kesehatan tertentu, konsumsi jeroan perlu lebih diperhatikan.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo

Pelajaran utama dari pola makan Haaland bukan hanya soal makan hati dan jantung sapi, melainkan bagaimana memilih makanan berkualitas, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan menjaga keseimbangan pola hidup.

Jeroan memang bisa menjadi sumber nutrisi yang baik, tetapi manfaatnya tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan bagaimana makanan tersebut menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Editor : Ubaidillah
#jeroan #Diet Erling Haaland #norwegia #asam urat #Erling Haaland