RadarBangkalan.id - Di berbagai kafe kekinian, menu berbasis matcha kini hampir selalu tersedia. Mulai dari matcha latte, teh matcha murni, matcha shot, hingga berbagai dessert dengan cita rasa khas teh hijau Jepang tersebut.
Popularitas matcha bahkan semakin meningkat karena dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama di kalangan generasi Z (Gen Z). Namun, di balik tren tersebut, matcha memang memiliki kandungan nutrisi yang membuatnya berbeda dibandingkan teh hijau biasa.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Matcha sebenarnya berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, yaitu Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses budidayanya.
Sebelum dipanen, tanaman teh untuk matcha sengaja ditutupi dari sinar matahari langsung selama beberapa minggu. Proses ini membuat tanaman meningkatkan produksi klorofil, memperkaya kandungan asam amino, dan menghasilkan warna hijau yang lebih pekat.
Setelah dipanen, bagian batang dan urat daun dibuang. Daun teh kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus yang dapat dikonsumsi langsung.
Karena seluruh bagian daun ikut masuk ke dalam minuman, matcha mengandung lebih banyak komponen alami dari tanaman teh, termasuk kafein dan antioksidan.
Baca Juga: Kanker Usus Buntu Meningkat pada Generasi Muda, Risiko Milenial hingga 4 Kali Lipat Lebih Tinggi
1. Matcha Kaya Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas
Salah satu keunggulan utama matcha adalah kandungan antioksidannya yang tinggi.
Matcha mengandung katekin, yaitu senyawa tanaman yang berfungsi membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas berlebih dapat menyebabkan kerusakan sel dan berhubungan dengan berbagai penyakit kronis.
Baca Juga: Pelari Marathon Kolaps hingga Cuci Darah, Kenali Bahaya Rhabdomyolysis Akibat Olahraga Ekstrem
Salah satu jenis katekin yang banyak ditemukan dalam teh hijau adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan.
Dibandingkan teh hijau biasa, matcha memberikan paparan antioksidan yang lebih tinggi karena bubuk daun dikonsumsi secara utuh, bukan hanya air hasil seduhan.
2. Membantu Meningkatkan Fokus dan Fungsi Otak
Bagi banyak orang yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat belajar atau bekerja, matcha dapat menjadi salah satu pilihan minuman berkafein.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis
Matcha mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, berbeda dengan kopi yang umumnya hanya memberikan efek stimulasi dari kafein, matcha juga memiliki kandungan L-theanine.
L-theanine merupakan asam amino yang dapat membantu memberikan efek lebih tenang sekaligus mendukung fokus. Kombinasi kafein dan L-theanine inilah yang membuat efek matcha sering dianggap lebih stabil dibandingkan minuman berkafein lainnya.
Beberapa penelitian juga menemukan konsumsi matcha berkaitan dengan peningkatan perhatian, waktu reaksi, dan daya ingat pada kelompok tertentu.
Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya
3. Berpotensi Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Teh hijau telah lama dikaitkan dengan metabolisme tubuh dan pengelolaan berat badan.
Kandungan katekin dalam teh hijau, termasuk yang terdapat pada matcha, diketahui dapat membantu proses metabolisme energi. Namun, efeknya tetap tidak bisa berdiri sendiri.
Penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan kalori, pola makan, aktivitas fisik, serta gaya hidup secara keseluruhan.
Matcha dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi bukan minuman yang secara otomatis menyebabkan berat badan turun tanpa perubahan kebiasaan lainnya.
Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu
4. Berpotensi Menjaga Kesehatan Hati
Organ hati memiliki peran penting dalam mengolah nutrisi dan menyaring berbagai zat dari tubuh.
Sejumlah penelitian mengenai teh hijau menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dengan penurunan risiko gangguan hati tertentu.
Pada beberapa penelitian, konsumsi teh hijau juga dikaitkan dengan perbaikan kadar enzim hati pada penderita penyakit hati berlemak non-alkohol (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD).
Meski begitu, manfaat matcha terhadap kesehatan hati masih terus diteliti dan hasilnya dapat berbeda pada setiap individu.
Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama
Matcha Tetap Perlu Dikonsumsi dengan Bijak
Meski memiliki berbagai manfaat, matcha bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas.
Kandungan kafein dalam matcha tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein, mengalami gangguan tidur, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Selain itu, manfaat matcha juga sangat bergantung pada cara penyajiannya. Matcha murni tanpa tambahan gula tentu memiliki profil nutrisi berbeda dibandingkan matcha latte dengan banyak gula, krimer, atau sirup tambahan.
Pada akhirnya, matcha memang memiliki kandungan yang menarik bagi kesehatan. Namun, manfaat terbaik tetap diperoleh ketika matcha menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan sekadar mengikuti tren minuman kekinian.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
Editor : Ubaidillah