RadarBangkalan.id - Cedera saat olahraga tidak selalu disebabkan oleh kurang melakukan pemanasan. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, risiko cedera tetap bisa terjadi meski seseorang telah melakukan pemanasan dengan benar apabila aktivitas fisik yang dilakukan melebihi kemampuan jaringan tubuh.
Meski demikian, pemanasan tetap menjadi bagian penting sebelum berolahraga. Pemanasan membantu mempersiapkan otot, meningkatkan aliran darah, serta mengaktifkan sistem saraf sehingga tubuh lebih siap menghadapi aktivitas fisik dan dapat menurunkan risiko cedera.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Cedera merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami saat berolahraga, baik oleh atlet profesional maupun masyarakat umum yang rutin beraktivitas fisik. Selama ini, banyak orang menganggap tidak melakukan pemanasan menjadi penyebab utama cedera.
Pakar nutrisi, olahraga, dan kebugaran dari Lucknow, India, Varnit Yadav, menjelaskan bahwa pemanasan memiliki peran penting dalam mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga.
"Pemanasan mempersiapkan otot, meredakan ketegangan otot, dan mempersiapkan sistem saraf untuk upaya yang akan datang. Melewatkannya dapat meningkatkan risiko cedera dan mengurangi efisiensi proses latihan," jelas Yadav seperti dikutip dari Only My Health.
Menurutnya, pemanasan secara bertahap membantu meningkatkan aliran darah ke otot sehingga otot menjadi lebih lentur dan siap digunakan untuk aktivitas dengan intensitas lebih tinggi.
Baca Juga: Penyebab Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, BMKG Ungkap Fenomena Heat Dome dan Omega Block
Cedera Bisa Terjadi Meski Sudah Pemanasan
Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, mengingatkan bahwa pemanasan bukan jaminan seseorang terbebas dari cedera.
"Jangan kemudian berpikir bahwa kalau pemanasan benar, pasti aman dari cedera. Itu tidak," ujar dr Andhika.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Ia menjelaskan cedera dapat terjadi ketika seseorang melakukan latihan atau olahraga yang melampaui kapasitas jaringan tubuh, sehingga otot, sendi, maupun ligamen mengalami tekanan berlebihan.
Karena itu, selain melakukan pemanasan, penting menyesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh serta meningkatkan beban latihan secara bertahap.
Lakukan Pemanasan Dinamis Sebelum Berolahraga
Masih banyak orang yang melakukan peregangan statis sebelum memulai olahraga. Padahal, menurut dr Andhika, pemanasan yang lebih dianjurkan adalah peregangan dinamis.
"Untuk memulai, lebih bagus yang dinamis. Karena kita akan melakukan gerakan yang dinamis, jadi harus dimulai dengan yang dinamis pula," jelasnya.
Gerakan dinamis membantu meningkatkan fleksibilitas sekaligus mengaktifkan otot yang akan digunakan selama berolahraga.
Baca Juga: Bukan Pertanda Rezeki, Ini Alasan Mata Sering Kedutan Menurut Dokter Mata
Jangan Lupakan Pendinginan Setelah Olahraga
Selain pemanasan, pendinginan juga memiliki peran penting setelah olahraga selesai.
Pendinginan membantu mengembalikan sirkulasi darah secara bertahap dan membuat otot kembali rileks setelah bekerja keras.
"Kalau mengembalikan sirkulasi darah bisa dengan berjalan. Sedangkan untuk mengembalikan otot ke kondisi semula baru dilakukan stretching statis," kata dr Andhika.
Baca Juga: Kanker Usus Besar Meningkat pada Anak Muda, Waspadai 4 Tanda Awalnya
Contoh Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga
Berdasarkan panduan National Health Service (NHS), berikut beberapa gerakan pemanasan sederhana yang bisa dilakukan sebelum berolahraga:
1. Jalan di Tempat
- Lakukan selama sekitar tiga menit.
- Ayunkan tangan mengikuti irama langkah kaki.
2. Heel Digs
- Lakukan selama 60 detik.
- Letakkan tumit secara bergantian ke depan sambil mendorong kedua tangan ke depan.
3. Knee Lifts
- Angkat lutut secara bergantian hingga menyentuh tangan yang berlawanan.
- Lakukan sekitar 30 kali dalam 30 detik.
4. Shoulder Rolls
- Putar bahu ke depan lima kali dan ke belakang lima kali.
- Ulangi sebanyak dua set.
5. Knee Bends
- Berdiri dengan kaki selebar bahu.
- Tekuk lutut hingga tubuh turun sekitar 10 sentimeter, lalu kembali berdiri.
- Ulangi sebanyak 10 kali.
Baca Juga: Carbohydrate Mouth Rinse, Teknik yang Dipakai Atlet untuk Menjaga Performa
Melakukan pemanasan dan pendinginan dengan teknik yang tepat dapat membantu mempersiapkan tubuh sebelum olahraga sekaligus mempercepat proses pemulihan setelah latihan. Namun, yang tidak kalah penting adalah mengenali batas kemampuan tubuh agar risiko cedera dapat diminimalkan.
Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Modus Manipulasi Anak yang Diduga Terjadi di SMK Pamulang
Editor : Ubaidillah