RadarBangkalan.id - Sebagian orang merasa paling bahagia saat berada di rumah. Menurut studi terbaru, rasa betah di rumah bukan semata dipengaruhi oleh kepribadian seseorang, melainkan karena rumah mampu memberikan ketenangan, memulihkan kondisi emosional, serta memenuhi kebutuhan sosial dan privasi.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychology pada 2024 menemukan bahwa pengalaman emosional di dalam rumah menjadi faktor paling besar yang membuat seseorang memiliki ikatan kuat dengan tempat tinggalnya. Rumah yang memberikan rasa aman, nyaman, dan kesempatan untuk beristirahat secara mental membuat penghuninya lebih betah menghabiskan waktu di sana.
Baca Juga: Benarkah Makan Nasi Bikin Wajah Bengkak? Fakta di Balik Tren 'Carb Face' Menurut Ahli
Tidak semua orang memiliki keinginan untuk sering bepergian atau menghabiskan waktu di luar rumah. Ada yang justru lebih menikmati membaca buku, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar bersantai menikmati suasana tenang di rumah.
Menurut para peneliti, kenyamanan tersebut muncul bukan hanya karena bentuk atau ukuran rumah, tetapi lebih karena pengalaman psikologis yang dirasakan selama berada di dalamnya.
Rumah Menjadi Tempat Memulihkan Emosi
Penelitian berjudul Predicting Home Attachment Through Its Psychological Costs and Benefits yang dipimpin Benjamin R. Meagher dari Departemen Psikologi Hope College melibatkan lebih dari 650 responden dalam dua studi.
Penelitian tersebut bertujuan mengetahui faktor-faktor yang membuat seseorang memiliki keterikatan emosional terhadap rumah.
Baca Juga: Benarkah Tidak Pemanasan Jadi Penyebab Cedera Olahraga? Ini Penjelasan Dokter
Pada studi pertama, responden diminta menceritakan pengalaman mereka mengenai rumah dengan kata-kata sendiri.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 86,7 persen responden menganggap rumah sebagai tempat terbaik untuk memulihkan diri dari tekanan, stres, dan kelelahan setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Rahasia Panjang Umur Wanita 101 Tahun, Rutin Zumba hingga Selalu Bersyukur
Selain menjadi tempat beristirahat, rumah juga memberikan manfaat berupa:
- Rasa aman.
- Privasi yang cukup.
- Perasaan nyaman.
- Emosi positif.
- Kebebasan melakukan berbagai aktivitas.
Pengalaman Emosional Lebih Penting daripada Ukuran Rumah
Pada studi kedua, para responden diminta menilai berbagai aspek dari rumah yang mereka tempati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman emosional yang positif menjadi faktor paling kuat dalam membangun keterikatan terhadap rumah.
Baca Juga: Penyebab Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, BMKG Ungkap Fenomena Heat Dome dan Omega Block
Selain itu, hubungan sosial yang hangat dengan anggota keluarga serta tersedianya ruang pribadi yang memadai juga berperan besar membuat seseorang merasa nyaman tinggal di rumah.
Sebaliknya, responden yang sering mengalami konflik dengan penghuni rumah, memiliki ruang yang sempit, kurang privasi, atau merasa terganggu dengan kebersihan rumah cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih rendah terhadap tempat tinggalnya.
Mengapa Sebagian Orang Lebih Betah di Rumah?
Para peneliti menyimpulkan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga tempat yang mampu memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis seseorang.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Rumah yang menghadirkan rasa tenang, hubungan keluarga yang harmonis, serta ruang yang cukup akan lebih mudah menjadi tempat favorit untuk kembali setelah beraktivitas.
Faktor yang paling berpengaruh adalah munculnya perasaan pulih secara mental dan emosional setelah berada di rumah. Perasaan inilah yang membuat sebagian orang lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dibanding berada di luar.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
Rumah yang Nyaman Baik untuk Kesehatan Mental
Temuan ini juga menunjukkan pentingnya menciptakan suasana rumah yang nyaman, bukan hanya dari sisi desain, tetapi juga hubungan antaranggota keluarga.
Lingkungan rumah yang mendukung, minim konflik, serta memberikan rasa aman dapat membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis penghuninya.
Dengan demikian, rasa betah di rumah bukanlah tanda seseorang antisosial atau kurang aktif. Sebaliknya, hal itu dapat menjadi cerminan bahwa rumah telah berfungsi sebagai tempat terbaik untuk memulihkan energi, menjaga kesehatan mental, dan membangun hubungan yang positif.
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
Editor : Ubaidillah