RadarBangkalan.id - Sering terbangun di tengah malam tidak selalu disebabkan oleh stres atau gangguan tidur biasa. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda diabetes, terutama jika disertai gejala seperti sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, hingga nyeri pada kaki. Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Diabetes merupakan penyakit yang memengaruhi kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah (glukosa). Ketika kadar gula darah meningkat, berbagai gejala dapat muncul dan mengganggu kualitas tidur seseorang. Karena itu, pemeriksaan dini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko diabetes.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
Bagaimana Diabetes Memengaruhi Kualitas Tidur?
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan tubuh mengalami berbagai gangguan pada malam hari. Mulai dari sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, hingga nyeri akibat kerusakan saraf dapat membuat penderita berulang kali terbangun saat tidur.
Berikut enam gejala diabetes yang sering muncul pada malam hari.
1. Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria merupakan salah satu gejala paling umum diabetes. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras membuang kelebihan glukosa melalui urine sehingga produksi urine meningkat, terutama pada malam hari.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
2. Rasa Haus Berlebihan
Kelebihan glukosa dalam darah menarik cairan dari jaringan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini membuat penderita sering terbangun karena merasa sangat haus dan ingin minum.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
3. Mudah Lapar
Tubuh membutuhkan insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi. Ketika insulin tidak cukup atau tidak bekerja dengan baik, sel tubuh kekurangan energi sehingga memicu rasa lapar yang berlebihan meski sudah makan.
4. Berkeringat di Malam Hari
Keringat malam pada penderita diabetes sering dipicu oleh kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia). Kondisi ini memicu pelepasan hormon adrenalin yang menyebabkan tubuh berkeringat dan membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
Baca Juga: Sakit Ginjal atau Nyeri Punggung? Kenali 3 Perbedaan Utamanya agar Tak Salah Diagnosis
5. Nyeri atau Mati Rasa pada Kaki
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati diabetik atau kerusakan saraf. Gejalanya berupa nyeri, kesemutan, rasa terbakar, hingga mati rasa pada kaki atau tangan yang sering kali memburuk pada malam hari sehingga mengganggu tidur.
6. Sakit Kepala
Sakit kepala dapat muncul akibat kadar gula darah yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Hipoglikemia membuat otak kekurangan pasokan energi, sedangkan hiperglikemia juga dapat memicu rasa pusing dan sakit kepala.
Diabetes Sering Tidak Menimbulkan Gejala pada Awal
Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Randy Nusrianto, Sp.PD, menjelaskan bahwa diabetes pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah kadar gula darah meningkat cukup tinggi.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
Ia mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, atau pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram, untuk rutin menjalani skrining gula darah meski belum merasakan gejala.
Jenis Pemeriksaan Gula Darah
1. Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)
Pemeriksaan ini menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir.
Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan
- Normal: di bawah 5,7 persen
- Prediabetes: 5,7–6,4 persen
- Diabetes: 6,5 persen atau lebih
2. Tes Gula Darah Puasa
Dilakukan setelah berpuasa selama 8–12 jam.
- Diabetes: 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
3. Tes Gula Darah Sewaktu
Tes ini tidak memerlukan puasa.
- Kadar gula darah di bawah 200 mg/dL umumnya masih dianggap normal, sedangkan hasil yang lebih tinggi perlu dievaluasi lebih lanjut sesuai kondisi klinis pasien.
Baca Juga: Dada Terasa Terbakar Jangan Diabaikan, Ini 10 Penyebab Mulai dari GERD hingga Serangan Jantung
Pentingnya Deteksi Dini
Diabetes yang terdiagnosis sejak awal dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, pola makan sehat, olahraga teratur, serta pengobatan sesuai anjuran dokter. Jika Anda sering terbangun di malam hari disertai rasa haus, sering buang air kecil, atau gejala lain yang menetap, segera lakukan pemeriksaan gula darah untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
Editor : Ubaidillah