RadarBangkalan.id - Tidak semua hewan memiliki kemampuan kognitif yang sama. Selain lumba-lumba, simpanse, dan gajah yang dikenal sangat cerdas, terdapat sejumlah spesies yang dinilai memiliki kemampuan berpikir dan memecahkan masalah lebih terbatas.
Penilaian tersebut umumnya didasarkan pada perilaku hewan dalam mencari makan, menghindari predator, kemampuan belajar, hingga struktur sistem saraf dan ukuran otaknya. Meski sering disebut memiliki IQ rendah, setiap hewan tetap memiliki adaptasi unik yang memungkinkan mereka bertahan hidup di habitatnya.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
1. Koala
Koala dikenal memiliki otak yang relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Hewan ini mengandalkan daun eukaliptus sebagai makanan utama yang rendah nutrisi sehingga energi untuk perkembangan fungsi otaknya juga terbatas.
Selain itu, koala sering kali tidak menunjukkan respons cepat saat menghadapi ancaman sehingga dianggap memiliki kemampuan kognitif yang sederhana.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
2. Flamingo
Flamingo mengandalkan naluri dasar untuk mencari makan, berkembang biak, dan menghindari predator. Burung ini dinilai memiliki kemampuan terbatas dalam belajar maupun memecahkan masalah.
Cara makannya yang harus menyaring alga dan organisme kecil sambil menundukkan kepala ke air juga membuatnya lebih rentan terhadap serangan predator.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
3. Burung Unta
Burung unta sering masuk dalam daftar hewan dengan kecerdasan rendah karena strategi bertahan hidupnya yang sederhana.
Saat menghadapi ancaman, burung ini dapat menjatuhkan tubuh dan meratakan kepala ke tanah sebagai bentuk kamuflase. Selain itu, ukuran otaknya bahkan lebih kecil dibandingkan bola matanya.
Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan
4. Burung Kakapo
Kakapo merupakan satu-satunya burung beo yang tidak bisa terbang. Burung ini lebih mengandalkan kamuflase daripada melarikan diri dari predator.
Ritual kawinnya juga dianggap kurang efektif karena suara keras yang digunakan untuk menarik pasangan justru dapat menarik perhatian predator.
5. Kungkang (Sloth)
Kungkang dikenal sebagai salah satu mamalia paling lambat di dunia. Hewan ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan jarang turun dari pohon.
Pergerakannya yang lambat serta perilaku yang terkadang keliru mengenali dahan membuatnya sering dianggap memiliki kemampuan kognitif yang rendah.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
6. Kodok Tebu
Kodok tebu memiliki kebiasaan memakan hampir semua benda yang muat ke dalam mulutnya, termasuk benda yang berbahaya.
Perilaku tersebut sering meningkatkan risiko kematian dan menunjukkan strategi bertahan hidup yang lebih mengandalkan naluri dibandingkan kemampuan berpikir.
7. Bintang Laut
Bintang laut tidak memiliki otak terpusat. Hewan laut ini mengandalkan jaringan saraf yang tersebar di seluruh tubuh untuk merespons lingkungan.
Meski sering disebut memiliki IQ rendah, sistem tersebut sebenarnya merupakan bentuk adaptasi yang efektif untuk kehidupan di dasar laut.
Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil
8. Jerboa
Jerboa merupakan mamalia kecil penghuni gurun yang memiliki cara bergerak melompat secara acak ketika menghadapi ancaman.
Pergerakan yang tidak menentu tersebut terkadang justru meningkatkan risiko terhadap predator sehingga dianggap mencerminkan kemampuan kognitif yang terbatas.
9. Hiu Goblin
Hiu goblin dikenal sebagai predator laut dalam yang mengandalkan teknik penyergapan.
Alih-alih mengejar mangsa dengan strategi rumit, hiu ini menunggu mangsa mendekat sebelum melontarkan rahangnya secara cepat sebagai respons naluriah.
Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui
10. Ikan Mola-mola
Ikan mola-mola merupakan salah satu ikan bertulang terbesar di dunia. Meski berukuran raksasa, spesies ini memiliki strategi bertahan hidup yang sederhana.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
Makanan utamanya berupa ubur-ubur dan organisme laut yang bergerak lambat. Tubuhnya juga sering dipenuhi parasit sehingga kerap dibersihkan oleh burung laut saat muncul ke permukaan.
Apakah Hewan-Hewan Ini Benar-Benar "Bodoh"?
Istilah "IQ rendah" pada hewan sebenarnya perlu dipahami dengan hati-hati. Kecerdasan hewan sulit diukur menggunakan standar yang sama seperti manusia. Banyak perilaku yang terlihat sederhana justru merupakan hasil adaptasi evolusi yang efektif terhadap lingkungan hidup masing-masing.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Karena itu, meski beberapa spesies memiliki kemampuan belajar atau memecahkan masalah yang lebih terbatas dibandingkan primata, lumba-lumba, atau burung gagak, bukan berarti mereka tidak mampu bertahan hidup. Setiap hewan memiliki strategi evolusioner yang berbeda sesuai habitat dan kebutuhan biologisnya.
Editor : Ubaidillah