News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli

Ubaidillah • Rabu, 15 Juli 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Asawin_Klabma)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Asawin_Klabma)

 

RadarBangkalan.id - Kematian merupakan proses biologis yang berlangsung secara bertahap, bukan terjadi dalam sekejap. Menjelang akhir hayat, tubuh mengalami berbagai perubahan fisik yang dapat dikenali, salah satunya pada tangan dan kaki yang terasa semakin dingin akibat menurunnya sirkulasi darah.

Menurut organisasi perawatan paliatif asal Inggris, Marie Curie, tubuh akan memprioritaskan aliran darah ke organ-organ vital saat seseorang mendekati kematian. Kondisi ini menyebabkan tangan, kaki, lengan, dan tungkai menjadi lebih dingin ketika disentuh serta memunculkan perubahan warna pada kulit.

Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola

Perubahan warna kulit atau mottling biasanya ditandai munculnya bercak kebiruan, kemerahan, keunguan, atau kecokelatan, tergantung warna kulit seseorang. Tanda ini umumnya muncul dalam hitungan beberapa hari hingga beberapa jam sebelum kematian.

Para ahli Marie Curie menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses menjelang kematian dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan.

Selain perubahan pada tangan dan kaki, pola pernapasan juga mengalami perubahan. Napas dapat menjadi lebih lambat, dangkal, atau tidak teratur. Pada sebagian pasien, penumpukan lendir atau air liur di tenggorokan memunculkan suara berderak yang dikenal sebagai death rattle.

Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Kesadaran seseorang juga perlahan menurun. Banyak pasien menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dan akhirnya kehilangan kesadaran. Meski demikian, para ahli meyakini mereka masih mungkin dapat mendengar suara atau merasakan sentuhan dari orang-orang di sekitarnya.

Perubahan fisik lain yang sering terlihat adalah wajah menjadi lebih pucat seperti lilin (waxy skin) serta otot-otot wajah yang tampak lebih rileks.

Tanda Lain Menjelang Kematian

Selain tangan dan kaki yang terasa dingin, terdapat beberapa tanda lain yang umum muncul menjelang kematian, di antaranya:

Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu

Fenomena "Death Reach"

Sejumlah tenaga kesehatan juga mengenal fenomena yang disebut death reach, yakni gerakan pasien yang tiba-tiba mengangkat tangan seolah sedang meraih sesuatu di udara menjelang meninggal dunia.

Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi

Praktisi perawat dan pendamping akhir hayat, Katie Duncan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut cukup sering ditemukan pada pasien yang sedang berada di fase akhir kehidupan. Sebagian pasien mengaku melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, malaikat, maupun hewan peliharaan yang sudah tiada, meski hingga kini fenomena tersebut belum memiliki penjelasan ilmiah yang pasti.

Menurut Duncan, gerakan tersebut tidak menandakan pasien sedang mengalami rasa sakit ataupun penderitaan.

Marie Curie menyarankan keluarga tetap mendampingi pasien dengan berbicara lembut, menggenggam tangan, atau mengusap kulit secara perlahan. Sentuhan sederhana tersebut dipercaya tetap memberikan rasa nyaman meski pasien tampak tidak sadar.

Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Berapa Lama Proses Menjelang Kematian?

Menurut Cleveland Clinic, durasi proses menuju kematian berbeda pada setiap orang. Faktor yang memengaruhi antara lain penyebab kematian, kondisi kesehatan, serta terapi yang dijalani.

Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang

Pada kasus henti jantung mendadak, kematian dapat terjadi hanya dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani. Sementara pada penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, atau penyakit paru kronis, proses menuju kematian dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi

Karena berlangsung secara bertahap, berbagai perubahan fisik menjelang kematian umumnya menjadi lebih mudah dikenali oleh keluarga maupun tenaga kesehatan.

Editor : Ubaidillah
perubahan fisik tanda kematian proses kematian tangan dan kaki tanda menjelang kematian