RadarBangkalan.id - Kasus gagal ginjal kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ginjal kronis semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat pola hidup yang kurang sehat. Berbagai kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan jika dilakukan terus-menerus.
Dokter mengingatkan bahwa menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan permanen. Mulai dari pola makan hingga kebiasaan kurang tidur, semuanya berperan terhadap kesehatan organ penyaring darah tersebut.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
1. Pola Makan Tidak Sehat
Makanan cepat saji, camilan kemasan, serta minuman tinggi gula semakin digemari kalangan anak muda. Padahal, makanan yang tinggi garam, gula, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, hingga kerusakan ginjal.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, mengingatkan pentingnya membiasakan pola makan sehat sejak usia dini.
"Trennya memang sasarannya ke anak muda. Alangkah baiknya dari orang tua sudah membiasakan anak makan sehat dan hidup sehat."
Sementara itu, Spesialis Penyakit Dalam dr Yunia Indah Dewi, SpPD, menjelaskan konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah yang dalam jangka panjang merusak ginjal.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
Dokter Nguyen Quang Huy dari Tam Anh Hospital juga menyebut konsumsi minuman manis seperti soda dan bubble tea dapat memicu obesitas serta diabetes tipe 2, dua faktor utama penyebab gagal ginjal kronis.
Selain itu, alkohol dan makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya berpotensi merusak jaringan ginjal.
2. Kurang Minum Air Putih
Kurangnya konsumsi air putih membuat urine menjadi lebih pekat sehingga meningkatkan risiko batu ginjal dan penumpukan racun di dalam tubuh.
Selain itu, kebiasaan menahan buang air kecil dapat memicu infeksi saluran kemih berulang yang lama-kelamaan dapat merusak ginjal.
Baca Juga: Diet Mentimun Jepang Diklaim Turunkan 11 Kg dalam 2 Bulan, Ini Fakta dan Risikonya
Dokter menyarankan orang dewasa mengonsumsi sekitar 2–2,5 liter air putih setiap hari, sekaligus membatasi konsumsi minuman manis, alkohol, rokok, dan zat stimulan.
3. Menggunakan Obat Tanpa Pengawasan Dokter
Banyak anak muda mengonsumsi obat pereda nyeri atau antibiotik tanpa resep untuk mengatasi keluhan ringan.
Padahal, penggunaan obat-obatan tersebut dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat bersifat toksik terhadap ginjal.
Risiko serupa juga mengintai penggunaan suplemen maupun obat herbal yang tidak memiliki izin edar atau asal-usul yang jelas.
Baca Juga: Minum Kopi Bikin Sering Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Dokter Urologi
4. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik menjadi kebiasaan yang semakin umum akibat pekerjaan dan aktivitas yang didominasi penggunaan laptop maupun gawai.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
Kurang olahraga meningkatkan risiko:
- Obesitas
- Diabetes tipe 2
- Hipertensi
Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor utama penyebab penyakit ginjal kronis.
Dokter menyarankan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
5. Kurang Tidur
Begadang dan kurang tidur juga berkontribusi terhadap gangguan fungsi ginjal.
Kurang istirahat mengganggu ritme biologis tubuh, menghambat proses regenerasi sel, serta meningkatkan tekanan darah dan hormon stres yang dapat mempercepat kerusakan ginjal.
Gejala Awal Penyakit Ginjal
Ketua Umum PB PERNEFRI, Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, mengatakan gejala awal penyakit ginjal sering kali tidak disadari.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Urine berbusa
- Urine berwarna kemerahan
- Bengkak pada tubuh
- Mudah lelah
- Tekanan darah tinggi
Menurutnya, urine berbusa menandakan adanya kebocoran protein (albumin), sedangkan urine kemerahan dapat menjadi tanda adanya darah akibat peradangan pada ginjal.
Ia menyarankan setiap orang melakukan pemeriksaan urine minimal satu kali setiap tahun sebagai upaya deteksi dini penyakit ginjal.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Pemeriksaan sederhana melalui urinalisis dapat membantu menemukan gangguan ginjal sebelum muncul gejala yang lebih berat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Editor : Ubaidillah