RadarBangkalan.id - Kuning telur sering dianggap sebagai penyebab utama kolesterol tinggi sehingga banyak orang memilih hanya mengonsumsi putih telur. Padahal, para ahli menegaskan bahwa kolesterol dalam kuning telur bukan satu-satunya faktor yang menentukan kadar kolesterol dalam darah. Pola makan secara keseluruhan, terutama konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, justru memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan jantung.
Spesialis gizi dr Cindiawaty Josito Pudjiadi Mars, Ms, SpGK, menjelaskan bahwa satu kuning telur memang mengandung sekitar 210 mg kolesterol. Namun, kadar kolesterol dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan karena tubuh juga memproduksi kolesterol secara alami.
Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)
"Selain kuning telur, sebenarnya yang lebih bahaya itu makanan yang mengandung lemak jenuh, karena akan berkontribusi atas kenaikan kadar kolesterol kita," ujar dr Cindiawaty kepada detikcom.
Pendapat serupa disampaikan spesialis jantung dan pembuluh darah dr Hasjim H, SpJP. Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak hanya menyalahkan telur, tetapi juga memperhatikan konsumsi makanan tinggi lemak seperti gorengan, santan, dan daging berlemak.
"Nah, kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya sih kurang setuju. Yang salah adalah sudah kebanyakan makan telur, tambah gorengan, tambah gulai. Nah, akhirnya konsumsi lemak itu akan jauh berlebih," kata dr Hasjim.
Apakah Kuning Telur Aman Dikonsumsi?
Bagi kebanyakan orang sehat, konsumsi satu butir telur per hari masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Sementara itu, putih telur tidak mengandung kolesterol sehingga dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan protein.
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
Namun, bagi penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, asupan kolesterol dari makanan sebaiknya dibatasi sekitar 200-300 mg per hari. Karena itu, jumlah telur yang dikonsumsi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
"Jadi memang tergantung kondisi kesehatan masing-masing," jelas dr Cindiawaty.
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
Kandungan Nutrisi Telur
Meski sering dihindari, telur termasuk salah satu makanan paling padat nutrisi. Satu butir telur mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, seperti:
- Vitamin A
- Vitamin B2 (Riboflavin)
- Vitamin B5
- Vitamin B12
- Folat
- Vitamin D
- Vitamin E
- Fosfor
- Selenium
- Zinc
- Kalsium
Selain itu, telur juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Baca Juga: Prancis Dibungkam Spanyol, Lamine Yamal Jadi Pembeda di Semifinal Piala Dunia 2026
Apa Itu Kolesterol?
Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi tubuh dan juga diperoleh dari makanan. Meski sering dianggap berbahaya, kolesterol memiliki fungsi penting, seperti:
- Membentuk membran sel.
- Membantu produksi hormon.
- Membantu pembentukan vitamin D.
- Berperan dalam pembentukan cairan empedu untuk mencerna lemak.
Masalah baru muncul ketika kadar kolesterol, terutama LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat, terlalu tinggi sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik membantu mengangkut kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
Faktor yang Memengaruhi Kolesterol
Kadar kolesterol dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya konsumsi telur, antara lain:
- Pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
- Kurang aktivitas fisik.
- Faktor genetik atau keturunan.
- Bertambahnya usia.
- Perubahan hormon, termasuk setelah menopause.
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Kebiasaan merokok.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Cara Menjaga Kolesterol Tetap Normal
Untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Konsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
- Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
- Pilih sumber protein rendah lemak.
- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berhenti merokok.
- Lakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
Dengan demikian, kuning telur bukan penyebab utama kolesterol tinggi. Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang, telur tetap merupakan sumber protein dan nutrisi yang baik. Yang lebih penting adalah membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, menerapkan gaya hidup aktif, serta menjaga pola makan secara keseluruhan.
Editor : Ubaidillah