RadarBangkalan.id - Gula darah tinggi atau hiperglikemia tidak hanya dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang belum pernah didiagnosis diabetes dan sering kali berkembang secara perlahan tanpa disadari. Karena gejalanya cenderung samar, banyak orang baru mengetahui kadar gula darahnya tinggi setelah muncul komplikasi.
Dokter mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Jika dibiarkan, hiperglikemia dapat meningkatkan risiko kerusakan organ hingga komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik (DKA).
Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina
Menurut pakar kesehatan metabolik dr. Lisa Shah, MD, gula darah tinggi terjadi ketika terlalu banyak glukosa menumpuk di dalam aliran darah. Kondisi ini biasanya disebabkan tubuh kekurangan insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.
1. Sering Buang Air Kecil
Salah satu gejala paling umum adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. Ginjal bekerja lebih keras membuang kelebihan gula melalui urine sehingga menarik lebih banyak cairan dari tubuh.
Dokter spesialis endokrin dr. Akhil Shenoy, MD, menjelaskan bahwa proses tersebut menyebabkan seseorang lebih sering ke kamar mandi, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak
2. Mudah Haus
Karena kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil, tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga muncul rasa haus yang berlebihan dan mulut terasa kering.
Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)
3. Mudah Lelah
Saat glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh kehilangan sumber energi utamanya. Akibatnya muncul rasa lemas, lesu, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami brain fog.
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
4. Lapar Terus-Menerus
Meskipun sudah makan, tubuh tetap mengirim sinyal lapar karena sel-sel tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkan sebagai sumber energi.
5. Berat Badan Turun Drastis
Tubuh akhirnya membakar cadangan lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Kondisi ini menyebabkan berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
6. Penglihatan Kabur
Dehidrasi akibat hiperglikemia dapat memengaruhi lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Jika berlangsung lama, kadar gula tinggi juga dapat merusak pembuluh darah retina.
7. Mudah Terkena Infeksi
Gula darah tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih rentan mengalami infeksi dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
8. Luka Sulit Sembuh
Gangguan sirkulasi darah dan menurunnya daya tahan tubuh membuat luka kecil, lecet, atau memar membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
9. Napas Berbau Buah atau Manis
Napas yang berbau seperti buah atau logam bisa menjadi tanda ketoasidosis diabetik (DKA), yaitu komplikasi serius akibat penumpukan keton dalam tubuh. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.
10. Kebingungan atau Disorientasi
Jika gula darah sangat tinggi, penderita dapat mengalami kebingungan, sulit berkonsentrasi, mengigau, bahkan penurunan kesadaran. Gejala ini merupakan kondisi gawat darurat.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
11. Mual, Muntah, dan Nyeri Perut
Mual, muntah, serta sakit perut dapat menjadi tanda penumpukan keton akibat DKA. Bila disertai napas berbau buah, segera cari pertolongan medis.
Kapan Harus Memeriksakan Gula Darah?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami beberapa gejala di atas, terutama bila disertai:
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
- Sering haus dan sering buang air kecil.
- Berat badan turun tanpa sebab.
- Luka sulit sembuh.
- Penglihatan kabur.
- Mual atau muntah yang tidak membaik.
- Napas berbau buah.
- Kebingungan atau penurunan kesadaran.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi diabetes, seperti kerusakan ginjal, penyakit jantung, gangguan saraf, hingga kebutaan.
Editor : Ubaidillah