RadarBangkalan.id - Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau anatomi jantung yang telah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini bukan muncul setelah lahir, melainkan terjadi pada masa awal perkembangan janin, terutama pada trimester pertama kehamilan.
Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr. Anisa Rahmadhany, Sp.A., Subsp. Kardio, menjelaskan pembentukan jantung janin dimulai pada trimester pertama, sekitar usia kehamilan 10–12 minggu. Karena itu, periode tersebut menjadi fase yang sangat penting bagi perkembangan organ jantung.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Jantung Janin Terbentuk Sejak Awal Kehamilan
Menurut dr. Anisa, penyakit jantung bawaan terjadi ketika proses pembentukan jantung di dalam kandungan mengalami gangguan.
"Kalau bicara penyakit jantung bawaan, maksudnya penyakitnya sudah terjadi sejak seorang anak lahir. Terjadinya saat kehamilan," ujarnya dalam tayangan detikSore, Kamis (16/7/2026).
Ia mengingatkan ibu hamil untuk menjaga kondisi kesehatan selama trimester pertama karena fase ini merupakan masa pembentukan organ-organ penting, termasuk jantung.
Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya
Ibu Hamil Diminta Tidak Sembarangan Minum Obat
dr. Anisa menegaskan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran tenaga medis.
Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak
Menurutnya, kurang menjaga kesehatan atau penggunaan obat yang tidak tepat selama trimester pertama berpotensi mengganggu pembentukan organ jantung janin.
"Kurang menjaga kesehatan atau minum obat sembarangan. Itu berisiko menyebabkan pembentukan jantung terganggu di trimester pertama," jelasnya.
Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)
Risiko Lebih Tinggi Jika Ada Riwayat Keluarga
Secara umum, penyakit jantung bawaan terjadi pada sekitar 1 persen dari seluruh bayi yang lahir.
Namun, risiko tersebut meningkat apabila salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.
Menurut dr. Anisa, apabila ayah atau ibu memiliki kelainan jantung bawaan, peluang anak mengalami kondisi serupa meningkat menjadi sekitar 5–7 persen.
"Terutama pada ibu yang ada penyakit jantung bawaan, bahkan risiko pada anak bisa naik menjadi 7 persen," katanya.
Baca Juga: Prancis Setujui RUU Euthanasia, Pasien Penyakit Terminal Bisa Akhiri Hidup Secara Medis
Bisa Dideteksi Sebelum Bayi Lahir
Meski terjadi sejak dalam kandungan, penyakit jantung bawaan pada beberapa kasus dapat dideteksi sebelum bayi lahir melalui pemeriksaan fetal echocardiography atau USG jantung janin.
Namun, pemeriksaan ini memerlukan dokter yang memiliki keahlian khusus, seperti dokter kandungan subspesialis fetomaternal, serta didukung peralatan USG dengan kualitas yang memadai.
"Kalau dokternya ahli tapi alat USG-nya tidak mendukung, tentu akan sulit mendeteksinya," ujar dr. Anisa.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
Ia menekankan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi kemungkinan kelainan sejak dini.
Editor : Ubaidillah