RadarBangkalan.id - Pengacara kondang Hotman Paris mengungkapkan dirinya pernah menjalani operasi akibat saraf kejepit pada ruas tulang belakang L4 dan L5. Melalui unggahan di media sosial, ia juga menyebut akan kembali ke Singapura karena mengalami masalah pada luka bekas operasinya.
Kondisi yang dialami Hotman Paris membuat masyarakat kembali menyoroti penyakit saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Gangguan ini terjadi ketika bantalan lunak di antara tulang belakang menonjol dan menekan saraf di sekitarnya sehingga menimbulkan rasa nyeri hingga gangguan pergerakan.
Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Hotman Paris menuliskan bahwa dirinya menjalani operasi saraf kejepit pada ruas tulang belakang L4 dan L5 di rumah sakit di Singapura.
"Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di rumah sakit Singapore! Akan OTW Singapore karena ada masalah di luka bekas operasi!" tulis Hotman.
L4 dan L5 merupakan ruas keempat dan kelima pada tulang belakang lumbal yang berada di bagian bawah punggung atau pinggang. Area ini menjadi salah satu lokasi yang paling sering mengalami saraf kejepit karena menanggung beban tubuh saat berdiri, berjalan, maupun mengangkat beban.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah
Mengacu pada informasi Kementerian Kesehatan, saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) terjadi ketika bantalan antartulang belakang yang bersifat lunak menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya.
Pada HNP di bagian leher, nyeri biasanya menjalar hingga lengan. Sementara pada HNP di pinggang, keluhan dapat menjalar ke bokong, paha, hingga kaki.
Gejala saraf kejepit dapat berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya meliputi:
Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya
- Mati rasa atau berkurangnya sensasi pada area yang dipersarafi.
- Nyeri tajam atau rasa terbakar.
- Kesemutan.
- Otot terasa lemah.
- Sulit menggerakkan tangan atau kaki.
Penanganan saraf kejepit tidak selalu harus melalui operasi. Banyak kasus dapat ditangani dengan obat pereda nyeri, tindakan blok saraf, fisioterapi, serta perubahan gaya hidup sesuai tingkat keparahan kondisi pasien.
Meski demikian, operasi dapat menjadi pilihan apabila terapi konservatif tidak memberikan hasil atau terjadi gangguan saraf yang berat.
Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina
Untuk mengurangi risiko saraf kejepit kambuh, masyarakat dianjurkan menjaga postur tubuh saat duduk, menghindari menyilangkan kaki dalam waktu lama, mempertahankan berat badan ideal, beristirahat saat melakukan aktivitas berulang, menggunakan penyangga tubuh bila diperlukan, serta rutin berolahraga guna memperkuat otot penyangga tulang belakang.
Editor : Ubaidillah