RadarBangkalan.id - Kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja atau scrolling media sosial ternyata dapat berdampak pada kesehatan otak. Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, AIFO-K, mengingatkan bahwa otak membutuhkan pasokan oksigen dan aliran darah yang optimal agar tetap berfungsi dengan baik.
Menurut dr Zaenal, masalah utama dari kebiasaan scrolling bukanlah aktivitas melihat layar ponsel, melainkan posisi duduk yang berlangsung terlalu lama. Kondisi tersebut membuat aliran darah lebih banyak terkumpul di bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi, sehingga suplai darah ke otak menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya
"Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari seluruh oksigen yang digunakan tubuh. Oleh karena itu, kata kunci pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah oksigen," ujar dr Zaenal, dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk bipedal atau berjalan dengan dua kaki memiliki tantangan tersendiri terkait sirkulasi darah. Saat seseorang berdiri secara tiba-tiba dari posisi berbaring, aliran darah menuju otak dapat berkurang secara signifikan sehingga berisiko memicu pusing atau gangguan keseimbangan.
Trik 30 Detik Saat Bangun Tidur untuk Menjaga Aliran Darah ke Otak
Untuk membantu menjaga kelancaran aliran darah ke otak setelah bangun tidur, dr Zaenal membagikan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pagi.
Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak
Langkah pertama adalah berbaring miring selama sekitar 30 detik setelah terbangun. Setelah itu, duduk perlahan selama 30 detik sambil menenangkan diri atau berdoa. Selanjutnya, berdiri secara perlahan dan lakukan gerakan jinjit sebanyak delapan kali untuk membantu memompa darah kembali menuju otak.
Menurutnya, kebiasaan sederhana ini dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan posisi sekaligus menjaga sirkulasi darah tetap stabil.
Jangan Duduk Lebih dari Satu Jam
Selain memperhatikan cara bangun tidur, dr Zaenal juga mengingatkan pentingnya membatasi durasi duduk. Ia menyarankan agar seseorang tidak duduk lebih dari satu jam tanpa jeda.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5
Setelah duduk selama 60 menit, disarankan untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan selama sekitar dua menit. Cara ini membantu memperlancar peredaran darah dan mengurangi dampak negatif gaya hidup sedentari terhadap kesehatan otak.
Bahaya Olahraga Berat Setelah Makan
Dalam konsep Exercise is Medicine, olahraga memang menjadi salah satu cara efektif menjaga kesehatan tubuh dan otak. Namun, olahraga juga harus dilakukan dengan dosis dan waktu yang tepat.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
dr Zaenal mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan olahraga berat sesaat setelah makan. Ketika sistem pencernaan sedang bekerja aktif, tubuh membutuhkan aliran darah lebih banyak ke organ pencernaan sehingga dapat mengurangi efisiensi kerja jantung saat berolahraga.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan jantung, kram, hingga kasus kematian mendadak saat berolahraga.
Tiga Prinsip Olahraga untuk Menjaga Otak Tetap Sehat
Agar olahraga memberikan manfaat maksimal bagi fungsi otak, dr Zaenal menyarankan tiga prinsip utama.
Pertama, pilih aktivitas yang melibatkan kelompok otot besar seperti lengan dan tungkai. Kedua, lakukan gerakan yang ritmis dan stabil seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda. Ketiga, lakukan olahraga secara teratur selama 30 hingga 40 menit tanpa terlalu sering berhenti atau mengubah intensitas secara mendadak.
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
Dengan pola olahraga yang tepat dan kebiasaan aktif bergerak setiap hari, kesehatan otak dapat terjaga lebih baik sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Editor : Ubaidillah