SATUSEHAT Bakal Tampilkan Hasil Lab, Gula Darah, dan Tekanan Darah dalam Satu Aplikasi

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)

 

RadarBangkalan.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masyarakat Indonesia segera dapat mengakses riwayat kesehatan secara lengkap melalui platform SATUSEHAT. Fitur ini ditargetkan meluncur pada Agustus 2026 dan akan mengintegrasikan data kesehatan dari berbagai fasilitas layanan kesehatan dalam satu akun digital.

Melalui SATUSEHAT, masyarakat nantinya dapat melihat hasil pemeriksaan laboratorium, tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga rekam medis dari rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium dalam satu berkas digital yang terhubung.

Baca Juga: Dokter Ungkap 3 Kelompok yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Kimpul

Menurut Budi, integrasi tersebut akan memudahkan masyarakat karena tidak perlu lagi menyimpan hasil pemeriksaan kesehatan secara terpisah. Semua data kesehatan akan tersimpan dalam satu platform dan dapat diakses kapan saja.

"Data-data dari rumah sakit sudah masuk. Nanti teman-teman bisa lihat seperti melihat rekening bank. Dicek di rumah sakit A, laboratorium B, rumah sakit C, atau puskesmas D, semua data kesehatannya bisa masuk menjadi satu file di SATUSEHAT," ujar Budi dalam paparan capaian program Cek Kesehatan Gratis, Selasa (4/8/2026).

Selain menampilkan hasil pemeriksaan, SATUSEHAT juga akan menyediakan grafik tren kesehatan. Pengguna dapat memantau perkembangan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berbagai indikator kesehatan lainnya dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak

Dengan adanya fitur tren data, masyarakat bisa mengetahui apakah kondisi kesehatannya mengalami perbaikan atau justru menunjukkan tanda-tanda penurunan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Budi menjelaskan konsep tampilan aplikasi telah disetujui dan dirancang menyerupai aplikasi pemantau kebugaran yang menampilkan data kesehatan secara visual dan mudah dipahami.

"Jadi bisa kelihatan tekanan darahnya berapa, gulanya berapa. Begitu diklik ada tren datanya," kata Budi.

Baca Juga: Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Kementerian Kesehatan juga berencana menambahkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam platform SATUSEHAT. Teknologi ini akan membantu memberikan informasi awal apabila hasil pemeriksaan pengguna menunjukkan risiko penyakit tertentu.

Melalui fitur AI tersebut, pengguna akan memperoleh panduan mengenai langkah yang perlu dilakukan, termasuk kapan harus berkonsultasi dengan tenaga medis berdasarkan hasil pemeriksaan yang dimiliki.

"Nanti mungkin kita kasih AI sedikit. Jadi kalau misalnya hasilnya sudah tinggi, mesti ngapain saja, kapan perlu kontak dokter, nanti kita atur modelnya," jelas Budi.

Kehadiran fitur baru SATUSEHAT diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih rutin memantau kondisi kesehatan. Dengan akses data yang lebih mudah dan terintegrasi, deteksi dini berbagai penyakit dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5

Pemerintah menilai digitalisasi rekam medis menjadi langkah penting dalam transformasi layanan kesehatan nasional sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit secara lebih efektif.

Editor : Ubaidillah
data kesehatan riwayat kesehatan hasil lab satusehat menteri kesehatan