News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kemajuan atau Kemunduran Indonesia Menurut Presiden Joko Widodo Ditentukan oleh Pemimpin Indonesia Berikutnya

Ubaidillah • Rabu, 3 Januari 2024 | 19:57 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara pembagian sertipikat tanah untuk masyarakat di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024) .(dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara pembagian sertipikat tanah untuk masyarakat di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024) .(dok. Sekretariat Presiden)

RadarBangkalan.id - Presiden Joko Widodo, dalam pernyataan terbarunya, menekankan bahwa pemimpin Indonesia pada tahun 2024, 2029, dan 2034 akan memegang peran kunci dalam menentukan arah kemajuan atau kemunduran negara ini. Jokowi memberikan penekanan khusus pada bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030 dan menyatakan bahwa hal tersebut harus dimanfaatkan dengan optimal agar Indonesia dapat melompat ke tingkat negara maju melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM).


Baca Juga : CPNS 2024 Kembali Dibuka: Bersiaplah untuk Menjadi PNS atau PPPK

"Saya telah beberapa kali menyampaikan betapa krusialnya kepemimpinan nasional pada tahun 2024, 2029, dan 2034. Kunci keberhasilan negara ini untuk menjadi negara maju atau sebaliknya terletak di situ," ujar Jokowi saat meresmikan pembangunan Kampus II Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, pada Rabu (3/1/2024).

Baca Juga : Komite Sekolah Dilarang Tarik Uang Ke Siswa, Wali Kota Surabaya Tegas!

Bonus demografi mengacu pada proporsi penduduk usia produktif yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan dengan usia nonproduktif. Jokowi menyoroti pentingnya memahami bahwa bonus demografi hanya terjadi sekali dalam peradaban suatu negara. Ia memberikan contoh negara-negara di Amerika Latin yang tidak berhasil memanfaatkan bonus demografi dengan baik, sehingga tetap menjadi negara berkembang selama beberapa dekade.

Baca Juga : Anies Tekankan Pendekatan Dialog menanggapi Eskalasi Kekerasan di Papua pada saat Pengantaran Jenazah Lucas Enembe

"Sudah 50 tahun, sudah 60 tahun, mereka tetap jadi negara berkembang. Tidak bisa melompat jadi negara maju. Kenapa? Karena tidak menggunakan kesempatan saat diberikan bonus demografi pada saat itu, yaitu pada usia-usia produktif pada tahun tersebut," paparnya.

Jokowi sangat berharap agar Indonesia dapat bijaksana dalam memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030-2035. Pemimpin negara pada masa-masa tersebut diharapkan dapat memahami dan mengambil langkah-langkah strategis untuk memajukan Indonesia.

Baca Juga : Canggih! Robot dan Drone Siap Digunakan Basarnas RI untuk Evakuasi Korban Bencana

"Kita semua harus berhati-hati karena ini merupakan kesempatan yang hanya diberikan sekali dalam peradaban suatu negara. Gerbangnya sudah terbuka. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Jika kita dapat membuka dan mengisinya dengan benar serta tepat, itulah saat Indonesia maju yang kita impikan dapat tercapai," tambahnya.

Menurut Jokowi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dapat memainkan peran penting dalam penciptaan talenta-talenta masa depan. Saat ini, kampus tersebut memiliki 17.000 mahasiswa yang tersebar di 11 fakultas.

Baca Juga : Ganjar - Mahfud Berduka Saat Mengetahui Seorang Relawannya Meninggal Dunia Akibat Dikeroyok

"Universitas Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dapat menjadi bagian integral dari proses ini. Namun, bukan hanya keterampilan dan bakat, melainkan juga pembentukan karakter menjadi kunci utama bagi pembangunan SDM secara menyeluruh," terangnya.

Baca Juga : BLT El Nino 2024 Masih Berlanjut: Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sangat Terbantu

Dengan demikian, Jokowi tidak hanya mengingatkan akan pentingnya kepemimpinan pada tahun-tahun kritis tersebut, tetapi juga menekankan peran strategis universitas dan pembangunan SDM dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju.

Editor : Ubaidillah
#presiden joko widodo #sdm #jokowi