News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Indonesia Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Ekspor Beras, Malaysia Jadi Tujuan Pertama

Ubaidillah • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:47 WIB
Warga melakukan panen padi, Selasa (24/8/2021). Indonesia berencana melakukan ekspor beras. Malaysia diperkirakan menjadi negara tujuan pertama.
Warga melakukan panen padi, Selasa (24/8/2021). Indonesia berencana melakukan ekspor beras. Malaysia diperkirakan menjadi negara tujuan pertama.

Radarbangkalan.id - Indonesia berencana melakukan ekspor beras, dengan Malaysia diperkirakan menjadi negara tujuan pertama.

Hal itu karena, Menteri Pertanian Malaysia telah mengajukan permintaan resmi kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk mengimpor beras dari Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Akan Ekspor Beras ke Malaysia, Kementan Siapkan Lahan di Kalbar

Menanggapi hal itu, Amran menyatakan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Namun, dengan prediksi stok beras nasional yang akan mencapai 4 juta ton dalam waktu dekat, pemerintah mempertimbangkan untuk mengekspor sebagian sebelum kualitasnya menurun.

Malaysia kemungkinan menjadi tujuan pertama ekspor beras Indonesia, karena RI sudah menyiapkan lahan pertanian di Kalimantan Barat untuk mengekspor ke Negeri Jiran.

"Kita akan ekspor itu sudah pasti, karena kita akan kerja sama di Kalimantan Barat. Kami siapkan (lahan) luasnya ratusan ribu hektare,"

kata Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, ketika ditemui di sela-sela acara Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Kalimantan Barat dipilih sebagai titik ekspor, karena lokasinya strategis dan dekat dengan Kuching, Malaysia.

Baca Juga: Indonesia Akan Ekspor Beras ke Malaysia, Kementan Siapkan Lahan di Kalbar

Proses pengiriman pun dinilai lebih efisien karena bisa dilakukan melalui jalur darat.

Meski sudah menyiapkan lahan pertaniannya, Sam belum dapat menyampaikan secara rinci berapa besar potensi produksi dari wilayah tersebut.

Satu hal pasti, ia menegaskan langkah ekspor ini merupakan bentuk dukungan Indonesia terhadap negara tetangga yang membutuhkan.

Terkait waktu pelaksanaan ekspor, Sam menyebut keputusan akhir akan menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

"(Keputusan waktu ekspornya) Tergantung pak presiden," ujar Sam.

Sebelumnya, pada akhir November 2024, Mentan Amran menargetkan Indonesia dapat mengekspor beras ke negara tetangga, yaitu Malaysia.

Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat (Kalbar) akan diandalkan Indonesia untuk mengekspor beras ke Malaysia.

Baca Juga: Peristiwa Berdarah Carok Viral di Group WA, Terjadi di Ketapang Sampang

Amran percaya Indonesia bisa mengekspor beras ke Malaysia melalui Kabupaten Sambas, karena daerah ini memiliki potensi produksi beras yang sangat besar.

Terdapat potensi lahan seluas 240 ribu hektare yang bisa diterapkan program optimasi lahan (oplah).

Dari situ, ia menargetkan petani di Kabupaten Sambas bisa menanam hingga tiga kali.

Amran menjelaskan, dari kalkulasi pengelolaan 240 ribu hektare dengan indeks pertanaman tiga kali, maka dapat dihasilkan produksi beras sebanyak 2 juta ton.

Jumlah tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Kalbar, tetapi dapat menjadi peluang bagi Indonesia mengekspor dan memenuhi kebutuhan beras negara lain.

Ia menjelaskan, bila ada potensi lahan seluas 240 ribu hektare dengan tiga kali tanam, berarti ada sekitar 700 ribu hektare yang diolah.

Dari 700 ribu hektare lahan yang bisa diolah, jumlah minimal padi yang didapat bisa mencapai 5 ton per hektare, yang berarti produksi bisa sebanyak 3,5 juta ton padi atau sekitar 2 juta ton beras.

"Kebutuhan beras Kalbar 400 ribu, sisanya bisa untuk dalam negeri atau ekspor ke negara tetangga,” kata Amran di Kabupaten Sambas, Kalbar, dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (22/11/2024).

"Ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan ini memiliki potensi besar untuk ekspor. Karena itu kita harus mengoptimalkan sawah-sawah yang ada di sini,” lanjutnya.

Baca Juga: Peristiwa Berdarah Carok Viral di Group WA, Terjadi di Ketapang Sampang

Amran mengatakan, enam hingga tujuh tahun lalu lahan-lahan di Sambas belum teroptimalkan secara baik, sehingga posisi beras saat itu terjadi kekurangan (shortage).

Namun, kata dia, setelah dilakukan cetak sawah, kondisinya berubah 100 persen.

Produksi beras menjadi surplus, sehingga ia berencana mengekspornya ke Malaysia.

Amran memastikan, pemerintah akan membantu lewat penyediaan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani.

Baca Juga: Peristiwa Berdarah Carok Viral di Group WA, Terjadi di Ketapang Sampang

Para petani juga diminta tak khawatir lagi akan ketersediaan pupuk. Regulasi yang selama ini dinilai menghambat jalannya produksi juga telah dipangkas menjadi lebih mudah dan cepat.

"Mau ambil pupuk sekarang cukup dengan KTP saja, tidak boleh ada yang mempersulit. Ini yang tanda tangan Menteri Pertanian dan akan dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” ujar Amran.

Tidak hanya itu, Amran juga mendorong peran generasi muda dalam program brigade pangan untuk membangun pertanian Indonesia.

Editor : Ubaidillah
#beras #malaysia #kementan #indonesia ekspor beras #ekspor beras