RadarBangkalan.id - Angkatan Udara Korea Selatan menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah mengakui bahwa insiden tabrakan dua jet tempur pada 2021 disebabkan oleh tindakan tidak disiplin pilot yang berswafoto saat penerbangan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil investigasi dari Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan yang mengungkap penyebab utama kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Pilot Selfie Picu Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan, Ini Kronologinya
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang ditimbulkan," ujar juru bicara AU Korsel dalam konferensi pers.
Kronologi Insiden Jet Tempur
Kecelakaan terjadi saat dua jet tempur F-15K melakukan latihan formasi di dekat Daegu pada Desember 2021.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 2026 Bakal Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Syaratnya
Menurut laporan, pilot pendamping berusaha merekam momen penerbangan terakhirnya dengan unit. Ia melakukan manuver tajam tanpa izin, yakni menanjak dan memiringkan pesawat untuk mendapatkan sudut kamera yang lebih baik.
Baca Juga: Persebaya Kalahkan Malut United 2-0, Akhiri Tren Buruk di Super League
Di sisi lain, pilot pesawat utama juga merekam video selama penerbangan.
Baca Juga: PSM Makassar Tundukkan Persik Kediri 3-1, Yuran Fernandes Buka Kemenangan
Saat kedua pesawat berada dalam jarak dekat, awak mencoba menghindar. Namun, bagian ekor pesawat pendamping tetap menabrak sayap jet utama hingga menyebabkan kerusakan signifikan.
Kerugian dan Sanksi Tegas
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi menyebabkan kerugian mencapai sekitar 880 juta won atau setara Rp10,3 miliar.
Baca Juga: Pesta Gol Al Nassr! Al Ahli Dibantai 5-1 di AFC Champions League Two
Hasil investigasi menyimpulkan bahwa pilot pendamping menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Ia dijatuhi sanksi berat, termasuk diskors dari tugas penerbangan, dikenai denda, dan akhirnya keluar dari dinas militer.
Selain itu, ia juga diwajibkan mengganti sebagian biaya perbaikan pesawat.
Evaluasi Sistem Pengawasan
Laporan audit juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas perekaman selama penerbangan militer pada saat itu.
Sebagai tindak lanjut, Angkatan Udara Korea Selatan kini memperketat aturan keselamatan dan pengawasan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Baca Juga: Barcelona Kalahkan Celta Vigo, Unggul 9 Poin di Puncak Klasemen LaLiga
Editor : Ubaidillah