News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hari Lahir Pancasila, Menjaga Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

Ina Herdiyana • Senin, 1 Juni 2026 | 11:52 WIB
Hari Lahir Pancasila. Jawa Pos Radar Madura
Hari Lahir Pancasila. Jawa Pos Radar Madura

RadarBangkalan.id  – 1 Juni bukan sekadar tanggal merah dalam kalender nasional. Hari itu menjadi penanda lahirnya gagasan besar yang menyatukan Indonesia, yakni Pancasila. 

Di tengah keberagaman suku, bahasa, agama, dan budaya, Pancasila hadir sebagai rumah bersama yang menjaga bangsa tetap berdiri kokoh.

Sejarah mencatat, gagasan Pancasila disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Baca Juga: Perusakan Lahan Sengketa di Tanah Merah Terulang, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Dalam pidatonya, Soekarno menawarkan lima dasar yang kemudian dikenal sebagai Pancasila sebagai fondasi negara Indonesia merdeka.

Karena itulah, Hari Lahir Pancasila bukan hanya peringatan untuk mengenang pidato bersejarah, tetapi juga mengingat kembali proses panjang para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang mampu menaungi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga memiliki perjalanan sejarah yang tidak sederhana. Setelah sempat diperingati pada era awal kemerdekaan, momentum tersebut pernah meredup pada masa Orde Baru.

Baru pada 2016 pemerintah menetapkan kembali 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui keputusan resmi negara sekaligus menjadikannya hari libur nasional.

Baca Juga: Bolehkah Bayi MPASI Sebelum 6 Bulan? Ini Penjelasan Dokter Anak

Namun, tantangan terhadap nilai Pancasila hari ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu ancamannya berupa benturan ideologi dan pergolakan politik, kini tantangan itu hadir melalui ruang digital, polarisasi sosial, penyebaran informasi palsu, hingga menguatnya sikap intoleran.

Di sinilah Hari Lahir Pancasila menemukan relevansinya. Pancasila tidak cukup berhenti sebagai hafalan lima sila atau simbol yang dibacakan saat upacara.

Nilai-nilainya perlu hadir dalam tindakan nyata: menghormati perbedaan, menjaga musyawarah, menegakkan keadilan, dan membangun solidaritas sosial.

Tema Hari Lahir Pancasila 2026, Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, menegaskan pesan tersebut.

Baca Juga: BGN Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Korban Rugi Rp 950 Juta

Bahwa Pancasila bukan hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai kemanusiaan dan perdamaian yang universal.

Bagi generasi muda, Hari Lahir Pancasila semestinya menjadi ruang refleksi. Kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi memang membuka peluang besar, tetapi pada saat yang sama menuntut keteguhan identitas kebangsaan.

Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi dan teknologi, melainkan bangsa yang mampu menjaga nilai dasarnya.

Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila sejatinya bukan sekadar mengenang masa lalu.

Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Lebih dari itu, momen ini adalah ajakan untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Sebab, kesaktian sebuah ideologi tidak lahir dari slogan, melainkan dari kesediaan masyarakat untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bottom of Form

 

Editor : Ina Herdiyana
#menjaga persatuan #perubahan zaman #hari lahir pancasila