Bank Mandiri dan BRI Dukung Koperasi Merah Putih, Siapkan Layanan Digital dan Skema Pembiayaan UMKM
Mohammad Sugianto• Selasa, 22 Juli 2025 | 01:31 WIB
Ilustrasi bank Himbara mendukung pembiayaan koperasi merah putih
JAKARTA, Radarbangkalan.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapatkan dukungan penuh dari bank-bank Himbara, khususnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Kedua bank pelat merah ini ambil peran strategis dalam penguatan layanan koperasi, mulai dari digitalisasi hingga pembiayaan berbasis kebutuhan usaha.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyediakan layanan keuangan digital bagi koperasi peserta program KDKMP. Hal ini mencakup penyediaan agen, sistem pembayaran QRIS, hingga infrastruktur layanan fisik yang mendukung operasional koperasi secara profesional.
“Digitalisasi koperasi harus ditopang dengan sarana dan sistem yang mumpuni. Kami hadir memastikan koperasi punya kanal layanan modern serta tempat usaha yang layak,” ujar Darmawan di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).
Bank Mandiri juga mengerahkan tim dari berbagai unit bisnis untuk mempercepat aktivasi koperasi di lapangan, seperti pemasangan papan nama, instalasi rak dan etalase, serta penguatan jaringan internet untuk menunjang transaksi digital. Selain itu, pelatihan manajemen koperasi dan literasi keuangan telah digelar sejak akhir Juni 2025, melibatkan ribuan pengurus koperasi dari berbagai daerah.
Verifikasi dan validasi legalitas koperasi pun dilakukan bersama Satgas KDKMP, kementerian teknis, dan pemerintah daerah. Dengan demikian, koperasi yang tergabung dalam program ini siap menjalankan berbagai fungsi, mulai dari outlet sembako, LPG, layanan keuangan, hingga logistik.
“Kami mendukung penuh KDKMP sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama di tingkat desa. Fokus kami adalah pendampingan agar koperasi siap secara digital dan fisik,” tegas Darmawan.
Di sisi lain, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang model pembiayaan koperasi berbasis skala usaha. Skema ini disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja dan estimasi omzet koperasi, baik kecil, menengah, maupun besar.
Namun, ia mengakui masih ada tantangan, khususnya dalam kapasitas manajerial dan transparansi pencatatan keuangan koperasi. Untuk mengatasi hal ini, BRI mengandalkan Rumah BUMN dan Desa BRILiaN sebagai pusat inkubasi dan pendampingan koperasi.
“Kami tak hanya memberi akses pembiayaan, tapi juga membantu koperasi naik kelas. Mulai dari pembukuan usaha, pengelolaan arus kas, hingga tata kelola yang profesional,” ujar Hery.
Melalui AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 1,2 juta titik di Indonesia, BRI juga memudahkan koperasi menjalankan berbagai transaksi keuangan seperti setor dan tarik tunai, top-up, pembayaran tagihan, hingga cicilan.
“Dengan layanan ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan keuangan yang terjangkau dan inklusif,” tutup Hery.