RadarBangkalan.id - Wembley Stadium menjadi saksi keberhasilan Pep Guardiola mengukir sejarah baru setelah membawa Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris 2026.
The Citizens menang meyakinkan 2-0 atas Arsenal di partai final, sekaligus memastikan Guardiola menjadi manajer dengan koleksi trofi Piala Liga terbanyak sepanjang sejarah, melampaui Sir Alex Ferguson dengan lima gelar.
Baca Juga:Manchester City Angkat Trofi Usai Tumbangkan Arsenal, O’Reilly Jadi Pahlawan
Selebrasi Emosional Guardiola
Usai peluit akhir dibunyikan, Guardiola terlihat meluapkan emosinya dengan selebrasi penuh semangat di depan para pendukung City. Ia bahkan bercanda soal aksinya tersebut.
Baca Juga: Real Madrid Menang 3-2 atas Atletico, Vinicius Jr Cetak Brace di Derby Madrid
"Saya ingin kartu kuning lagi," ujarnya sambil tersenyum. Guardiola menegaskan bahwa emosinya adalah bentuk kecintaan terhadap permainan.
Ia juga menambahkan bahwa selebrasi tersebut bukan bentuk ketidakhormatan kepada lawan, melainkan ekspresi spontan bersama timnya.
Baca Juga: Newcastle Kalah Dramatis dari Sunderland, Brobbey Jadi Penentu Kemenangan
Baca Juga: Insiden Rasisme Warnai Newcastle vs Sunderland, Laga Sempat Dihentikan
Duel Kiper Jadi Sorotan
Final ini juga menghadirkan kontras performa dua penjaga gawang. Di kubu Arsenal, Kepa Arrizabalaga melakukan kesalahan fatal yang berujung gol pembuka dari Nico O'Reilly.
Sebaliknya, kiper muda City James Trafford tampil gemilang. Ia melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas dari Kai Havertz dan Bukayo Saka.
Baca Juga: Viral Link Kebaya Hitam No Sensor, Waspada Bahaya Malware dan Phishing
Penampilan solid Trafford menjadi fondasi penting sebelum O’Reilly mencetak dua gol penentu kemenangan.
Perang Mental Jelang Akhir Musim
Kemenangan ini juga memberi suntikan moral bagi Manchester City dalam perburuan gelar lain. Meski demikian, Guardiola tetap merendah dan mengakui bahwa Arsenal masih unggul dalam perburuan gelar liga.
"Saya lebih suka berada di posisi mereka yang unggul poin," ujarnya.
Baca Juga: Hasil MotoGP Brasil 2026 Sprint Race: Marc Marquez Comeback, Salip Diggia di Lap Krusial
Di sisi lain, pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui kekalahan ini sangat menyakitkan. Ia menilai timnya gagal memanfaatkan peluang di babak pertama.
Hasil ini menjadi peringatan bagi Arsenal bahwa dominasi di liga tidak selalu menjamin kesuksesan di partai final.
Baca Juga: Liverpool Kalah 1-2 dari Brighton, Danny Welbeck Borong Dua Gol
Editor : Ubaidillah