News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Suasana Tegang Sumpah Pocong Saka Tatal vs Iptu Rudiana di Tengah Ratusan Warga

Azril Arham • Jumat, 9 Agustus 2024 | 23:49 WIB
Ilustrasi Sumpah Pocong oleh Saka Tatal Mantan Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Ilustrasi Sumpah Pocong oleh Saka Tatal Mantan Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

RadarBangkalan.id - Suasana di Padepokan Agung Amparan Jati, Cirebon, Jawa Barat, berubah menjadi sorotan publik saat ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan sumpah pocong yang melibatkan dua tokoh yang tengah berseteru, Saka Tatal dan Iptu Rudiana.

Ritual ini digelar setelah keduanya saling menantang dalam kasus kematian Vina, yang meninggalkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pada Jumat (9/8/2024), ratusan warga memadati area Padepokan Agung Amparan Jati sejak pagi hari, berharap bisa menyaksikan langsung prosesi sumpah pocong yang menjadi ajang pembuktian siapa yang sebenarnya berkata benar.

Kehadiran warga tidak hanya berasal dari Cirebon, namun juga dari berbagai daerah di sekitarnya, menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap kasus ini.

Selain warga, sejumlah media televisi nasional juga terlihat hadir untuk meliput acara yang penuh kontroversi ini.

Sumpah pocong antara Saka Tatal dan Iptu Rudiana tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menjadi perhatian nasional karena menyangkut keadilan dalam kasus yang masih menimbulkan banyak pertanyaan.

Warga yang hadir mengungkapkan rasa penasaran mereka terhadap ritual sumpah pocong yang akan dilakukan oleh Saka Tatal vs Iptu Rudiana.

Mereka ingin melihat langsung bagaimana prosesi ini berjalan dan apakah kedua belah pihak benar-benar akan menjalani sumpah yang dianggap sakral ini.

Namun, di tengah penantian, warga mulai bertanya-tanya karena hingga siang hari, Iptu Rudiana belum juga tampak di lokasi.

Sementara itu, Saka Tatal sudah hadir di Padepokan Agung Amparan Jati, menunjukkan kesiapannya untuk menjalani sumpah pocong.

Ketidakhadiran Iptu Rudiana ini memicu spekulasi di kalangan warga, dengan beberapa di antaranya menduga bahwa Iptu Rudiana mungkin merasa takut untuk menghadapi ritual ini.

Di lokasi, dua kain kafan sudah disiapkan oleh pihak padepokan, masing-masing untuk Saka Tatal dan Iptu Rudiana.

Kain kafan tersebut terdiri dari tiga lapis, yang di dalamnya terdapat berbagai macam bunga tujuh rupa, minyak wangi, bedak, dan bahan-bahan lain yang dianggap penting dalam prosesi sumpah pocong.

Pimpinan Padepokan Agung Amparan Jati, Raden Gilap Sugiono, menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan segala kebutuhan untuk prosesi sumpah pocong ini dengan sangat teliti.

Bahan-bahan yang digunakan dalam ritual, seperti bunga tujuh rupa dan minyak wangi, disiapkan sesuai dengan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun.

Sanusi, asisten pimpinan padepokan, menambahkan bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum prosesi sumpah pocong benar-benar dilakukan.

Salah satunya adalah memastikan kembali bahwa kedua pihak, Saka Tatal dan Iptu Rudiana, benar-benar bersedia menjalani sumpah pocong tersebut.

"Ketika Saka Tatal atau Iptu Rudiana datang, kami akan menanyakan lagi apakah mereka benar-benar bersedia menjalani sumpah pocong," ujar Sanusi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pihak padepokan sangat berhati-hati dalam menjalankan prosesi ini, memastikan bahwa tidak ada paksaan dalam pelaksanaan sumpah pocong.

Saka Tatal, seorang mantan terpidana dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, menyatakan kesiapannya untuk adu sumpah pocong dengan Iptu Rudiana, yang merupakan ayah dari Eky.

Tantangan ini muncul setelah Iptu Rudiana menyatakan kesediaannya untuk menjalani sumpah pocong guna membuktikan bahwa anaknya benar-benar tewas dalam insiden yang terjadi di Jembatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada tahun 2016.

Pernyataan Iptu Rudiana disampaikan dalam sebuah konferensi pers bersama pengacaranya, Hotman Paris, pada 30 Juli 2024.

Dalam pernyataannya, Iptu Rudiana menegaskan bahwa dia siap melakukan sumpah apa pun, termasuk sumpah pocong, untuk memastikan bahwa kematian anaknya bukanlah hasil dari rekayasa atau inisiatif penyelidikan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Tantangan ini kemudian disambut oleh pihak Saka Tatal, yang melalui kuasa hukumnya, Farhat Abbas, menyatakan kesiapannya untuk menjalani sumpah pocong.

Farhat Abbas menegaskan bahwa sumpah pocong ini penting untuk membuktikan kebenaran di hadapan publik.

Ia menambahkan bahwa jika ada pihak yang berbohong dalam sumpah ini, maka orang tersebut akan mendapatkan hukuman berupa penyakit atau kesulitan dalam kehidupannya. ***

 

Editor : Azril Arham
#sumpah pocong #sumpah pocong dalam islam #apa itu sumpah pocong #saka tatal sumpah pocong #saka tatal #kasus vina cirebon #efek sumpah pocong #sumpah pocong adalah #sumpah pocong saka tatal