News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral Cukup Saya WNI, Anak Jangan dan Penganiayaan Siswa, Ini Respons Arie Kriting

Ubaidillah • Senin, 23 Februari 2026 | 06:21 WIB

Komika, Arie Kriting ihwal polemik yang membayangi anak bangsa hingga sempat viral di medsos. (Instagram.com/@arie_kriting)
Komika, Arie Kriting ihwal polemik yang membayangi anak bangsa hingga sempat viral di medsos. (Instagram.com/@arie_kriting)

RadarBangkalan.id - Linimasa media sosial dalam sepekan terakhir diwarnai dua isu yang menyita perhatian publik. Mulai dari viralnya video bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” hingga kasus dugaan penganiayaan siswa SMP di Maluku.

Baca Juga: Viral Ayah Aniaya Anak 3,5 Tahun di Sragen, Diduga untuk Judi Online

Video tersebut diunggah oleh seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS. Konten itu menuai kecaman sebagian warganet karena dinilai mencerminkan minimnya rasa nasionalisme. Pihak LPDP pun dikabarkan tengah menelusuri polemik yang muncul akibat unggahan tersebut.

Baca Juga: Viral WNA Mengamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan, Mikrofon Musala Dirusak

Di sisi lain, publik juga digegerkan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa berusia 14 tahun di Maluku yang melibatkan anggota Brigade Mobil (Brimob) berinisial MS. Dalam kasus ini, MS telah ditetapkan sebagai tersangka setelah korban dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga: Gabriel Magalhães Ejek Tottenham Usai Arsenal Menang 4-1 di Derby London Utara

Arie Kriting: “Betapa Membingungkan Hidup di Negara Ini”

Komika senior Arie Kriting turut menyampaikan pandangannya melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026.

“Betapa membingungkan hidup di negara ini,” tulisnya mengawali pernyataan.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Yogyakarta 23 Februari 2026, Lengkap Waktu Salat dan Dhuha

Arie mengaku rasa nasionalismenya terusik oleh pernyataan alumni LPDP tersebut. Ia menyoroti bahwa beasiswa LPDP bersumber dari dana publik, sehingga pernyataan yang terkesan merendahkan tanah air dianggapnya melukai banyak pihak.

“Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Hasil Osasuna vs Real Madrid 2-1: Gol Raul Garcia di Menit 90 Hancurkan Los Blancos

Ia juga mengingatkan agar persoalan yang ada di Indonesia tidak lantas menjadi alasan untuk berpaling sepenuhnya dari identitas kebangsaan.

“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat,” tulisnya. Arie bahkan mendoakan agar generasi mendatang tetap bangga menjadi WNI dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Hasil Manchester City vs Newcastle 2-1: O'Reilly Borong Gol, The Citizens Tempel Arsenal

Soroti Kasus Pelajar 14 Tahun di Maluku

Dalam unggahan yang sama, Arie juga menyinggung kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa SMP di Maluku yang berujung maut.

“Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut. Sedih hatiku,” tulisnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan mendoakan agar aparat yang bertugas diberi kelembutan hati dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: Chelsea vs Burnley 1-1: The Blues Gagal Menang, Fofana Kartu Merah

“Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini,” tandasnya.

Dua polemik tersebut memperlihatkan bagaimana isu nasionalisme dan perlindungan anak menjadi perhatian serius publik. Respons figur publik seperti Arie Kriting pun turut memperluas diskusi di ruang digital tentang tanggung jawab moral, empati, dan masa depan generasi bangsa.

Editor : Ubaidillah
#arie kriting #wni #maluku