RadarBangkalan.id – Puluhan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia berkunjung ke Kabupaten Sumenep Jumat (23/1).
Mereka tiba di Kota Keris menggunakan kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Pelindo III Kalianget.
Kedatangan wiswan itu disambut positif Pemerintah Kabupaten Sumenep. Yakni, disuguhi kesenian dan budaya tentang Kota Keris.
”Kehadiran wisatawan asal Australia menunjukkan pariwisata Kabupaten Sumenep punya daya tarik kuat, baik dari sisi budaya, sejarah, maupun keramahan masyarakatnya,” ujar Wabup Imam Hasyim.
Rombongan wisman dibawa ke Pendopo Keraton Sumenep untuk diperkenalkan dengan sejarah dan peninggalan kerajaan.
Mereka disambut dengan pertunjukan seni dan budaya. Mulai dari musik tongtong, sape sono’, dan tari muang sangkal.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, kunjungan wisman itu menjadi peluang strategis untuk mempromosikan wisata sejarah dan budaya.
Apalagi, lokasi yang didatangi adalah Pendopo Keraton yang memiliki banyak historis di masa lalu.
”Kami berharap pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi promosi positif bagi wisata Sumenep di tingkat internasional,” jelasnya.
Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya Glen Askew juga sempat berkunjung ke desa wisata Keris Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Konjen Australia di Surabaya Glen Askew juga sempat datang ke ujung timur Pulau Madura untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan keris khas Sumenep di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kamis (22/1).
Baca Juga: Geger! Warga Temukan Kerangka Lengkap dengan Pakaian di Sampang, Identitas Belum Terungkap
Mulai dari proses penempaan baja, pembentukan bilah, hingga pengukiran ukiran yang sarat makna filosofis.
Bahkan, Glen Askew juga sempat mempraktikkan langsung beberapa proses pembuatan keris yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para empu di desa tersebut.
”Desa Aeng Tongtong adalah pusat keris yang telah diakui UNESCO. Kunjungan Konjen Australia ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Sumenep ke dunia,” sambung Faruk. (tif/jup)
Editor : Ina Herdiyana