News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Cara Merawat Motor Listrik di Musim Hujan, Jangan Sampai Dinamo Seret atau Baterai Habis!

Azril Arham • Sabtu, 16 Desember 2023 | 04:29 WIB

 

Ilustrasi Bahaya Motor Listrik Lewati Banjir
Ilustrasi Bahaya Motor Listrik Lewati Banjir

RadarBangkalan.id - Sepeda motor listrik semakin populer di Indonesia, terutama di kota-kota besar yang mengalami kemacetan dan polusi.

Selain lebih hemat biaya operasional, sepeda motor listrik juga lebih ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan suara bising.

Namun, sepeda motor listrik juga memiliki kelemahan, yaitu rentan terhadap air.

Hal ini karena sepeda motor listrik menggunakan dinamo sebagai penggerak roda, yang bisa rusak jika terkena air terlalu banyak atau terlalu sering.

Dinamo adalah komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, yang kemudian digunakan untuk memutar roda sepeda motor.

Ada dua jenis dinamo yang umum digunakan pada sepeda motor listrik, yaitu hub drive dan mid drive.

Hub drive adalah dinamo yang terletak di dalam roda, sehingga tidak memerlukan rantai atau gir untuk menghubungkan dengan roda.

Keuntungan dari hub drive adalah lebih sederhana, ringan, dan murah.

Namun, kerugiannya adalah lebih sulit untuk mengganti ban, lebih berat di roda, dan lebih rentan terhadap air.

Mid drive adalah dinamo yang terletak di tengah sepeda motor, sehingga memerlukan rantai atau gir untuk menghubungkan dengan roda.

Keuntungan dari mid drive adalah lebih mudah untuk mengganti ban, lebih ringan di roda, dan lebih tahan terhadap air. Namun, kerugiannya adalah lebih rumit, berat, dan mahal.

Menurut Ady Siswanto, pemilik bengkel spesialis sepeda motor listrik Petrikbike, saat musim hujan biasanya masalah sering terjadi pada sepeda motor listrik yang mengusung dinamo hub drive.

Ia menyarankan agar sepeda motor listrik tidak sering menerobos banjir. Usahakan untuk mencari jalan tanpa genangan air.

"Memang sepeda motor listrik kalau lewat banjir enggak langsung mati seperti sepeda motor yang masih pakai mesin bensin yang businya basah atau mesinnya kemasukan air," ujar Ady. "Namun, tetap enggak disarankan untuk menerabas banjir dengan sepeda motor listrik," lanjutnya.

Ady mengingatkan, air kemungkinan bisa masuk ke dalam dinamo sepeda motor listrik itu.

Air yang masuk ke dalam dinamo itu membuat tumpukan karat pada bagian dalam dinamo, terutama pada bearing.

Bearing adalah komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara dua bagian yang berputar.

"Air yang masuk ke dalam dinamo itu membuat tumpukan karat pada bagian dalam dinamo, terutama pada bearing," kata Ady.

"Karat yang berada di bearing as roda itu yang membuat putaran dinamo seret, bahkan sulit untuk diputar atau bahkan bisa macet," ucapnya.

Ady menambahkan, kejadian ini tidak langsung terasa, biasanya dinamo akan seret bahkan macet setelah 1-2 minggu setelah sepeda motor listrik menerobos banjir.

Selain banjir, dinamo sepeda motor listrik juga bisa seret karena cara mencuci sepeda motor listrik yang salah. Ia menyarankan untuk tidak langsung menyemprot bagian hub drive.

"Jangan langsung menyemprotkan air pada as roda, itu juga membuat air dapat masuk ke dalam, apalagi jika sil as roda sudah getas," kata Ady.

"Namun untuk pelek dan ban tidak apa-apa untuk disemprot langsung dengan air dan dicuci dengan sabun," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Ady menyarankan untuk melakukan perawatan rutin pada dinamo sepeda motor listrik, terutama saat musim hujan.

Perawatan yang dimaksud adalah membersihkan dan mengganti bearing, serta mengoleskan pelumas pada bagian yang bergerak.

"Kalau sudah terlanjur seret atau macet, harus diganti dinamo baru, karena tidak bisa diperbaiki lagi," kata Ady. "Harga dinamo baru tergantung dari jenis dan merk sepeda motor listrik, bisa mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 5 juta," tambahnya.

Ady juga mengingatkan agar pengguna sepeda motor listrik selalu memeriksa kondisi baterai sebelum berkendara, terutama saat hujan.

Baterai adalah sumber energi utama sepeda motor listrik, yang harus dijaga agar tidak habis atau rusak.

"Pastikan baterai penuh dan cukup saat hujan, agar sepeda motor listrik yang dikendarai tetap prima saat digunakan melintasi hujan," ujar Ady.

"Jangan sampai baterai habis di tengah jalan, karena bisa berbahaya dan menyulitkan," lanjutnya.

Ady juga menyarankan agar tidak mengecas baterai saat hujan, karena bisa menyebabkan korsleting atau kebakaran. Ia menyarankan untuk mengecas baterai di tempat yang kering, bersih, dan aman. Jangan lupa untuk mematikan sepeda motor listrik saat tidak digunakan, agar baterai tidak boros.

"Sepeda motor listrik memang memiliki banyak kelebihan, tapi juga ada kekurangannya, terutama saat hujan," kata Ady. "Pengguna sepeda motor listrik harus lebih hati-hati dan teliti dalam merawat sepeda motor listriknya, agar tetap awet dan nyaman digunakan," tutupnya. ***

 

Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#baterai #cara merawat #tips #motor listrik