BANGKALAN, RadarBangkalan.id - Pemerintah terus berupaya keras untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran di tengah masyarakat.
Meskipun demikian, langkah-langkah yang diambil dinilai kurang maksimal karena alokasi anggaran yang terbatas.
Dalam upayanya menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hanya mengalokasikan dana sebesar Rp 25.000 untuk pelaksanaan informasi pasar kerja selama satu tahun.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan, Hariani Fitrianingsih, menyatakan bahwa lembaganya telah melaksanakan job fair pada tahun ini.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Fokusnya adalah memberikan pelayanan informasi pasar kerja kepada para pencari pekerjaan (pencaker).
Meski berhasil mendatangkan 20 perusahaan dalam job fair yang digelar pada bulan Agustus lalu dengan anggaran sebesar Rp 30 juta, namun pada tahun 2024, anggaran yang diusulkan untuk satu kali job fair mengalami penurunan menjadi hanya Rp 25 juta.
Hariani menambahkan, "Usulan anggaran 2024 menurun karena memang menyesuaikan dengan kondisi anggaran."
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, job fair tahun 2024 diharapkan dapat dilaksanakan dengan sangat minim.
Meski begitu, pihaknya tetap menargetkan dapat mendatangkan 15 perusahaan untuk memberikan informasi kesempatan kerja kepada para pencaker.
Menanggapi hal ini, Hariani menekankan bahwa fasilitasi informasi lowongan pekerjaan tidak hanya dilakukan melalui pasar penyedia kerja, tetapi juga melalui papan pengumuman dan media sosial.
"Kalau terkait informasi, kami tidak bergantung pada anggaran, cuma yang diundang kami sesuaikan," ucapnya. ***
Editor : Abdul Basri