News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Komite Sekolah Dilarang Tarik Uang Ke Siswa, Wali Kota Surabaya Tegas!

Ubaidillah • Kamis, 28 Desember 2023 | 22:54 WIB
Ilustrasi pelajar di Surabaya. (Dipta Wahyu/JawaPos)
Ilustrasi pelajar di Surabaya. (Dipta Wahyu/JawaPos)

RadarBangkalan.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dengan tegas mengingatkan kepala sekolah dan guru untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di sekolah. Pesan ini disampaikan oleh Wali Kota Eri Cahyadi dalam sebuah acara di Gedung Candra Kencana Surabaya pada Rabu (27/12). Wali Kota Eri menyampaikan pesan ini dengan tujuan agar Surabaya dapat menjadi kota yang ramah terhadap anak-anak.

Menurut Wali Kota Eri, sekolah-sekolah di Surabaya didirikan untuk kepentingan umat yang lebih besar, bukan untuk kepentingan komite. Oleh karena itu, Wali Kota Eri mengingatkan bahwa pembentukan komite diperbolehkan, tetapi tidak boleh menyusahkan siswa-siswa lain dan tidak boleh memengaruhi kebijakan kepala sekolah. Ia berharap agar tidak ada siswa yang merasa kurang nyaman, terganggu, atau bahkan mengalami kesulitan akibat kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh wali kota.

Eri menekankan bahwa jika kepala sekolah memiliki komite, mereka tidak boleh menarik uang atau sumber daya apapun atas nama komite. Menurutnya, hal ini akan menunjukkan bahwa kepala sekolah tersebut luar biasa dan memahami tanggung jawab sosialnya. Eri juga mengungkapkan bahwa ada beberapa kasus di mana oknum kepala sekolah atau guru meminta sumbangan sukarela berdasarkan kesepakatan dengan komite. Namun, Eri menegaskan bahwa sekolah di Surabaya tidak boleh melakukan penarikan terhadap siswa.

Wali Kota Eri menyadari bahwa sekolah di Surabaya terdiri dari berbagai kalangan, termasuk orang-orang yang mampu dan yang tidak mampu secara ekonomi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada penarikan apapun, baik itu sukarela atau tidak, yang dapat memberatkan siswa yang kurang mampu. Eri meminta agar yang mampu membantu yang kurang mampu tanpa memberikan beban tambahan kepada mereka.

Selain itu, Wali Kota Surabaya ini juga memberikan pesan kepada kepala sekolah dan guru untuk menjaga marwah pendidikan. Ia tidak ingin melihat adanya siswa yang tidak menyumbang malah menjadi korban bullying di sekolah. Eri juga mengkhawatirkan bahwa bullying dapat menyebabkan persaingan dan membuat anak-anak merasa minder.

Wali Kota Eri mengakhiri pesannya dengan mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah melarang penarikan sumbangan kepada murid. Jika ada temuan pelanggaran, Eri tidak ragu untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam penarikan sumbangan. Ia menyatakan bahwa peringatan akan diberikan terlebih dahulu, namun jika pelanggaran terus berlanjut, tindakan lebih tegas akan diambil, termasuk pencopotan dari jabatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, juga memberikan komentarnya terkait masalah ini. Ia menyebutkan bahwa penarikan iuran sekolah paling rawan terjadi menjelang wisuda. Oleh karena itu, Yusuf berharap agar kepala sekolah melakukan pengecekan atau pengukuran kemampuan ekonomi orang tua siswa. Ia menyoroti pentingnya menjaga keadilan agar tidak ada persaingan di antara siswa akibat penarikan iuran sekolah.

Yusuf juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Surabaya memiliki cara untuk mencegah persaingan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggelar acara wisuda yang melibatkan kegiatan keterampilan siswa. Dengan cara ini, diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa dan memberikan kesan yang lebih berkesan bagi mereka. Yusuf menekankan bahwa kegiatan wisuda tidak harus mewah, namun lebih diarahkan pada nilai-nilai kesederhanaan. Harapannya adalah agar sekolah dapat menyesuaikan diri dengan memberikan penghargaan kepada siswa berdasarkan potensi dan keterampilan mereka, sehingga hal ini dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak.

Editor : Ubaidillah
#surabaya #KOMITE #eri cahyadi #wali kota surabaya