News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ibu Dua Anak Dibunuh Di Sampang Madura, Korban Mengalami Banyak Luka

Abdul Basri • Kamis, 11 Januari 2024 | 03:53 WIB

 

TELITI: Polisi melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TELITI: Polisi melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

RadarBangkalan.id – Warga Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, geger Selasa (9/1).

Penyebabnya, seorang perempuan bernama Siti Maimuna (SM) diduga jadi korban pembunuhan. Ibu dua anak itu mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya.

Perempuan 30 tahun itu ditemukan bersimbah darah sekitar pukul 03.30. Teriakan SM didengar oleh kakaknya, Rikman.

Mendengar teriakan itu, Rikman bergegas menuju kamar adiknya. Saat itu Rikman melihat SM sudah tergeletak.

Sebelum terdengar suara teriakan itu, istri Rikman, Hairunnisak, melihat ada orang menyelinap masuk ke kamar SM.

Saat itu, Hairunnisak tengah mengambil wudu di kamar mandi dekat kamar SM. Dia sempat mendengar keributan di kamar SM.

”Kejadiannya sekitar subuh. Dia (korban, Red) sedang tidak bersama suaminya. Dia berangkat ke Surabaya untuk bekerja.

Namun karena mendapat kabar ini, langsung pulang,” ucap salah satu tetangga dekat korban.

Pj Kades Karanggayam Musa’i mengungkapkan, SM sempat dievakuasi oleh warga untuk dibawa ke Puskesmas Omben. Namun, akibat luka yang cukup parah, SM dinyatakan meninggal.

Korban sempat dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang untuk kebutuhan penyelidikan.

Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar rumah SM. Tim Inafis Polres Sampang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

”SM ini tidak bekerja. Hanya suaminya yang bekerja ke Surabaya. Korban tinggal satu rumah dengan kakaknya,” kata Musa’i kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara itu, Humas RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Amin Jakfar Sadik menyampaikan, korban tiba di rumah sakit pelat merah itu sekitar pukul 08.15.

Jenazah langsung digiring ke ruang instalasi pemulasaraan.

Amin tidak tahu betul mengenai luka yang dialami SM. Sebab, saat tiba di rumah sakit, luka pada jenazah tersebut sudah dijahit.

Saat ini pihak RSUD dr Mohammad Zyn Sampang masih menunggu tindak lanjut dari Polres Sampang.

”Apakah korban akan diotopsi atau tidak. Jika harus otopsi, maka harus dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya karena di sini tidak ada ahli forensik,” ungkapnya.

Dari hasil pengamatan polisi, SM mengalami luka robek di lengan kanan, paha kanan, lutut bagian belakang, pergelangan tangan kiri, dan paha belakang kiri.

SM juga mengalami luka robek di bagian betis kiri hingga tembus bagian belakang.

Olah TKP dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Sampang AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo. Perwira Polri yang baru sertijab Senin (8/1) itu langsung turun gunung.

Namun, dia belum bisa dimintai komentar atas peristiwa tersebut.

Kasihumas Polres Sampang Ipda Sujianto menerangkan, tim masih mendalami perkara tersebut. Penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah saksi juga tengah dimintai keterangan.

”Kami masih terus menyelidiki ini dan mendalami motif kejadian,” jelas polisi berpangkat satu balok emas itu. (afg/luq)

Editor : Abdul Basri
#ibu #madura #dibunuh #korban #sampang